WHO Kritisi Larangan Berlabuh bagi Kapal Pesiar Klaster Hantavirus
Kapal Hondius sedianya akan bersandar di Pelabuhan Praia, Tanjung Verde namun pemerintah setempat memutuskan untuk tak memberikan izin berlabuh
Kapal Hondius sedianya akan bersandar di Pelabuhan Praia, Tanjung Verde.
Namun demikian, pemerintah negara di Afrika Barat tersebut memutuskan untuk menolak izin berlabuh sebagai langkah pencegahan.
Operator kapal, Oceanwide Expeditions, kini tengah mempertimbangkan untuk mengalihkan rute menuju Las Palmas atau Tenerife di Kepulauan Canaria, Spanyol sebagai pelabuhan alternatif.
Saat ini, para penumpang yang berasal dari 23 negara berbeda, termasuk 17 warga negara Amerika Serikat, diwajibkan mengikuti protokol pencegahan yang ketat.
Protokol ketat tersebut termasuk isolasi mandiri dan pemantauan medis berkala.
Insiden ini sendiri, menurut Dr. Kluge, menjadi pengingat penting bagi negara-negara di dunia untuk meningkatkan kerja sama dalam menghadapi darurat kesehatan global.
“Baru saja kembali dari benua Afrika, di mana saya mendiskusikan kolaborasi yang lebih erat dalam keadaan darurat kesehatan, ini adalah pengingat tepat waktu: ancaman kesehatan tidak menghormati perbatasan. Bekerja sama adalah cara kita melindungi orang,” pungkasnya.
Pihak WHO saat ini terus berkoordinasi dengan otoritas di Eropa dan Afrika Selatan untuk memastikan respons medis yang berbasis sains, termasuk rencana evakuasi medis menggunakan ambulans udara bagi kru kapal yang membutuhkan perawatan darurat.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/MV-Hondius-hantavirus.jpg)