5 Populer Internasional: Proyek Kebebasan Trump di Selat Hormuz - Penembakan Massal di Oklahoma
Berita populer internasional, di antaranya AS akan memulai Proyek Kebebasan untuk mengawal kapal yang tertahan di Selat Hormuz
Serangan ini disebut sebagai bagian dari upaya Ukraina untuk mengganggu jalur ekspor energi Rusia sekaligus menekan kemampuan logistik dan militernya di tengah konflik yang masih berlangsung.
Rusia Tuduh AS Langgar Kekebalan dengan “Naturalisasi Paksa” Anak Diplomat
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, melontarkan tudingan serius terhadap Amerika Serikat.
Dalam sebuah opini yang dirilis pada Senin, ia menyebut Kementerian Luar Negeri AS telah melanggar hukum federal sekaligus norma diplomatik internasional dengan secara sepihak memberikan kewarganegaraan Amerika kepada anak-anak staf konsuler Rusia—tanpa opsi penolakan.
Menurut Zakharova, praktik tersebut tidak hanya kontroversial secara hukum, tetapi juga berpotensi merusak prinsip-prinsip dasar hubungan diplomatik.
5. Penembakan Massal di Oklahoma: 12 Orang Dilarikan ke RS, Pelaku Masih Buron
Tragedi penembakan massal terjadi di sebuah pesta di area perkemahan Arcadia Lake, Edmond, Oklahoma, pada Minggu malam waktu setempat (3/5/2026).
Melansir dari NBC News, setidaknya 12 orang menjadi korban dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Menurut keterangan resmi dari pihak kepolisian, penembakan terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat di lokasi pesta yang dihadiri sekelompok besar pemuda.
Polisi menerima banyak panggilan darurat melalui layanan 911 yang melaporkan adanya rentetan tembakan di area tersebut.
"Kepolisian Edmond, bersama Kepolisian Oklahoma City dan Patroli Jalan Raya Oklahoma, segera menuju lokasi dan menemukan banyak korban. Petugas medis darurat telah mengevakuasi 10 korban ke berbagai rumah sakit di wilayah metro," ungkap pihak kepolisian.
Juru bicara Kepolisian Edmond, Emily Ward, menyatakan bahwa para korban berada dalam kondisi yang beragam.
Selain menggunakan ambulans, beberapa korban diduga berangkat ke rumah sakit menggunakan kendaraan pribadi, sehingga total jumlah korban yang dirawat kemungkinan masih bisa bertambah.
Pelaku Masih Buron
Hingga Senin dini hari (4/5/2026), kepolisian belum menahan satu pun tersangka dan motif di balik serangan ini masih misterius.
Meski demikian, Ward menegaskan bahwa tidak ada ancaman lanjutan bagi masyarakat umum saat ini.
Pihak rumah sakit juga telah melaporkan sebaran terkait penanganan korban.
(Tribunnews.com)