Iran Vs Amerika Memanas
Iran Bombardir Kapal Perang AS di Selat Hormuz
Iran menyerang kapal perang dan kapal dagang AS di Selat Hormuz. Konflik Timur Tengah terus memanas
Mereka menggambarkan insiden tersebut sebagai “eskalasi berbahaya” dan menyatakan memiliki hak untuk memberikan respons.
Di sisi lain, kantor berita Tasnim News Agency melaporkan peringatan keras dari sumber militer Iran.
Disebutkan bahwa jika UEA mengambil tindakan tidak bijaksana, maka seluruh kepentingannya bisa menjadi target.
Sumber Iran tersebut juga memperingatkan bahwa jika UEA menjadi alat juga kaki tangan Israel dan hingga salah perhitungan, maka negara itu akan menerima pelajaran yang tidak akan pernah dilupakan.
Sumber juga menambahkan bahwa UEA saat ini tengah 'duduk di rumah kaca yang rapuh' yang berarti sangat rentan terhadap ancaman keamanan.
Lebih lanjut, sumber itu menyatakan bahwa jika UEA mengulangi kesalahan pada perang 40 hari sebelumnya, Iran akan menghentikan semua bentuk pengekangan dan memperlakukan negara tersebut sebagai bagian dari entitas Israel.
Baca juga: AS dan Negara Teluk Susun Resolusi PBB untuk Menekan Iran di Selat Hormuz
Eskalasi Konflik di Laut
Sementara itu, eskalasi juga terlihat di laut.
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan tiga insiden maritim terpisah di perairan UEA pada hari Senin (4/5/2026).
Salah satunya melibatkan kapal tanker minyak MV Barakah yang dioperasikan oleh ADNOC Logistics and Services, yang terkena proyektil sekitar 78 mil laut di utara Fujairah.
Seluruh awak kapal dilaporkan dalam kondisi aman.
Selain itu, kebakaran terjadi di ruang mesin kapal kargo sekitar 36 mil laut utara Dubai, serta insiden kebakaran kapal ketiga sekitar 14 mil laut di barat Pelabuhan Saqr.
Meski demikian, tidak ada kerusakan lingkungan yang dilaporkan dari ketiga insiden tersebut.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kendali-USS-Spruance-DDG-111-mencegat-MV-Touska-milik-Iran-19.jpg)