Jumat, 8 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

20.000 Pelaut Terjebak di Selat Hormuz, Belum Digaji Berbulan-bulan, Perdamaian Masih Abu-abu!

Sekitar 20.000 pelaut terdampar di Selat Hormuz saat AS-Iran bentrok dan jalur minyak dunia lumpuh.

Tayang:

“Kami telah menghadapi seluruh situasi di sini, perang, rudal,” kata Anish kepada Al Jazeera.

“Pikiran kami sangat terganggu,” ujarnya.

Anish mengatakan sebagian rekannya berhasil pulang melalui jalur darat menuju Armenia.

Namun banyak pelaut lain masih tertahan karena belum menerima gaji dari agen perekrut mereka.

“Sebagian terjebak karena agen-agen India mereka tidak membayar gaji,” katanya.

Ia juga mengaku hanya bertahan hidup dengan kentang, bawang, tomat, dan roti pipih selama berbulan-bulan.

Menurut Anish, kondisi di kapal lain bahkan lebih buruk karena persediaan makanan dan air mulai menipis.

Para pelaut juga terus hidup dalam ancaman serangan mendadak.

Sebagian awak kapal dilaporkan mulai menyusun rencana darurat apabila kapal mereka terkena rudal atau drone.

Pelaut Diminta Siapkan Cara Melarikan Diri

Situasi di Selat Hormuz disebut semakin menegangkan dari hari ke hari.

Pendiri Seafarers Happiness Index, Steven Jones, mengatakan banyak pelaut kini hidup dalam tekanan psikologis berat.

Baca juga: AS-Iran Saling Serang di Hormuz, Harga Minyak Tembus 101 Dolar AS per Barel, Perang Kembali Memanas?

Ia menyebut para awak kapal sering melihat drone dan rudal melintas rendah di atas kapal mereka.

“Salah satu pelaut mengatakan ketakutan terbesar mereka adalah rudal yang dicegat jatuh ke kapal,” kata Jones kepada Al Jazeera.

Beberapa kapten kapal bahkan mulai mengajari awak mereka cara menyelamatkan diri jika terjadi serangan langsung.

“Saya memberi tahu kru saya cara berlari, dari mana harus melompat, dan apa yang harus dibawa jika terjadi sesuatu,” ujar seorang pelaut yang dikutip Jones.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved