Konflik Rusia Vs Ukraina
Rusia Gelar Parade Militer Hari Kemenangan, tapi Tank dan Rudal Dibatasi
Rusia menggelar parade militer Hari Kemenangan di berbagai wilayah untuk memperingati kekalahan Nazi Jerman. Hal ini diperingati setiap 9 Mei.
Rangkaian acara Hari Kemenangan di berbagai wilayah Rusia dijadwalkan berlangsung sepanjang hari dan ditutup dengan pertunjukan kembang api pada malam hari, seperti diberitakan Russia Today.
Trump Umumkan Gencatan Senjata 3 Hari Rusia-Ukraina
Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari antara Rusia dan Ukraina yang berlaku pada 9–11 Mei 2026. Selain penghentian sementara pertempuran, kedua negara juga sepakat melakukan pertukaran masing-masing 1.000 tawanan perang.
Melalui platform Truth Social, Trump mengatakan kesepakatan itu disetujui Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia berharap langkah tersebut menjadi awal berakhirnya perang panjang yang telah berlangsung sejak 2022.
Pemerintah Rusia melalui ajudan Kremlin Yury Ushakov turut mengonfirmasi perpanjangan gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan Moskow untuk peringatan Hari Kemenangan Rusia.
Rusia Kurangi Skala Parade Hari Kemenangan karena Ancaman Drone Ukraina
Rusia menggelar perayaan Hari Kemenangan 9 Mei dengan pengamanan ketat dan skala parade militer yang lebih kecil di tengah meningkatnya ancaman serangan drone Ukraina.
Untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade, parade di Lapangan Merah Moskow tidak menampilkan tank dan rudal besar seperti biasanya.
Kremlin menyebut keputusan tersebut diambil karena situasi keamanan dan meningkatnya serangan drone Ukraina ke wilayah Rusia, termasuk fasilitas minyak dan pangkalan militer.
Meski demikian, parade tetap menghadirkan personel militer, atraksi udara jet tempur, serta pemimpin negara sahabat seperti Presiden China Xi Jinping.
Para analis menilai Rusia khawatir terhadap dampak psikologis dan politik jika serangan drone terjadi saat parade berlangsung.
Di sisi lain, Ukraina memandang perayaan Hari Kemenangan versi Rusia sebagai simbol propaganda perang dan militerisasi di tengah konflik yang masih berlangsung, seperti diberitakan Al Jazeera.
Sejumlah Kepala Negara Hadiri Hari Kemenangan di Moskow
Sejumlah kepala negara dan delegasi asing mulai tiba di Moskow pada Kamis (8/5/2026) untuk menghadiri perayaan Hari Kemenangan ke-81 Rusia yang memperingati kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.
Para tamu negara yang hadir di antaranya Presiden Republik Abkhazia Badra Gunba bersama istrinya, Presiden Belarus Alexander Lukashenko, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, serta Presiden Laos Thongloun Sisoulith.
Selain itu, Penguasa Tertinggi Malaysia Sultan Ibrahim, Perdana Menteri Slovakia Robert Fico, dan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev juga dilaporkan telah tiba di ibu kota Rusia.
Delegasi lain yang turut menghadiri perayaan tersebut berasal dari Ossetia Selatan dan Republika Srpska di Bosnia dan Herzegovina, termasuk Presiden Ossetia Selatan Alan Gagloyev, Presiden Republika Srpska Milorad Dodik, Ketua Majelis Nasional Republika Srpska Nenad Stevandic, serta Menteri Dalam Negeri Republika Srpska Sinisa Karan.
Menjelang perayaan utama di Lapangan Merah, Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyampaikan pesan khusus kepada para pemimpin negara-negara bekas Soviet dan sejumlah wilayah sekutu Rusia. Dalam pidatonya, Putin menegaskan pentingnya menjaga ingatan sejarah tentang pengorbanan jutaan warga Soviet dalam “Perang Patriotik Besar”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/RUSl4-4323432w3.jpg)