Selasa, 12 Mei 2026

5 Populer Internasional: Kata Analis Jika Perundingan Iran Gagal - Profil PM Hungaria Peter Magyar

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya analis menilai Amerika Serikat dapat cepat melumpuhkan militer Iran jika perundingan gagal.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
  • Analis menilai Amerika Serikat dapat cepat melumpuhkan militer Iran jika perundingan gagal. 
  • Seorang pria tewas tertabrak pesawat di Bandara Denver dan penumpang dievakuasi. 
  • Iran meluncurkan serangan drone ke wilayah Teluk sehingga UEA dan Kuwait siaga. 
  • Peter Magyar resmi menjadi Perdana Menteri Hungaria dan mengakhiri 16 tahun kekuasaan Viktor Orban.
  • Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memerintahkan kelanjutan perang melawan AS

TRIBUNNEWS.COM - Beragam peristiwa penting mewarnai pemberitaan dunia dalam 24 jam terakhir.

Di tengah perang yang terjadi di Timur Tengah, analis menilai AS dapat bergerak cepat melumpuhkan kemampuan militer Iran jika perundingan gagal.

Sementara itu, Peter Magyar resmi menjadi Perdana Menteri Hungaria dan mengakhiri 16 tahun kekuasaan Viktor Orban.

Berikut berita populer internasional selengkapnya.

1. Analis: AS Dapat Bertindak Cepat untuk Melumpuhkan Militer Iran jika Perundingan Gagal

Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan bergerak cepat untuk melemahkan kemampuan militer Iran jika perundingan gagal.

AS diperkirakan akan memulai dengan melumpuhkan sistem rudal, aset angkatan laut, dan jaringan komando sebelum beralih ke target yang lebih kontroversial, menurut laporan Fox News yang mengutip para analis.

Para negosiator masih berupaya mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran dan kemungkinan pencabutan sanksi.

Namun, mantan perencana Staf Gabungan AS, Seth Krummrich, mengatakan kedua belah pihak memulai "dari minus 1.000" karena tidak saling percaya.

Laporan tersebut menyebut serangan AS baru-baru ini terhadap pelabuhan Qeshm dan Bandar Abbas, dekat Selat Hormuz, menunjukkan rapuhnya proses tersebut.

Seorang pejabat senior AS mengatakan serangan itu bukan untuk memulai kembali perang ataupun mengakhiri gencatan senjata.

Serangan itu menyusul peluncuran 15 rudal balistik dan jelajah Iran ke Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), yang digambarkan pejabat AS sebagai serangan tingkat rendah.

Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan bahwa AS dapat melanjutkan pemboman terhadap Iran jika perundingan gagal, termasuk kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi dan pusat ekspor.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Detik-Detik Seseorang Tertabrak Pesawat yang Akan Lepas Landas di Kolorado, Penumpang Dievakuasi

Seseorang yang belum diketahui identitasnya tewas tertabrak pesawat Frontier Airlines yang akan lepas landas di Bandara Internasional Denver, negara bagian Colorado, AS, Jumat (8/5/2026) malam waktu setempat.

Associated Press melaporkan korban tiba-tiba melompati pagar dan berlari ke landasan pacu.

Tabrakan tersebut memicu kebakaran mesin dan memaksa penumpang dievakuasi.

Pesawat itu sedang dalam perjalanan dari Denver menuju Bandara Internasional Los Angeles.

Seorang juru bicara bandara mengatakan orang tersebut tertabrak dua menit setelah memasuki area bandara.

Korban diyakini bukan karyawan bandara.

Audio percakapan antara pilot dan petugas pengontrol lalu lintas udara beredar di media sosial.

Awalnya, situasi berjalan normal.

Menara pengontrol mengonfirmasi bahwa pilot diizinkan lepas landas dan mengucapkan "selamat malam" kepada awak penerbangan, menurut rekaman audio dari ATC.com.

Sekitar 30 detik kemudian, pilot Frontier mengatakan ia menghentikan pesawat di landasan pacu.

"Kami baru saja menabrak seseorang. Ada kebakaran mesin," kata pilot tersebut.

Petugas pengontrol lalu lintas udara kemudian memberikan instruksi agar pesawat dapat keluar dari landasan pacu dengan aman.

Penumpang kemudian dievakuasi melalui tangga darurat sebelum dibawa menggunakan bus menuju terminal.

Juru bicara bandara mengatakan 12 penumpang mengalami luka ringan dan lima orang dibawa ke rumah sakit.

Frontier Airlines menyatakan dalam pernyataannya bahwa penerbangan 4345 terlibat dalam insiden tersebut dan pilot membatalkan lepas landas setelah asap muncul di dalam kabin.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Ancam AS, Iran Luncurkan Serangan Baru Drone ke Seluruh Wilayah Teluk: UEA hingga Kuwait Siaga

Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangkaian serangan drone ke sejumlah wilayah pada Minggu (10/5/2026).

Serangan dilaporkan terjadi di sekitar Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, hingga jalur strategis Selat Hormuz yang selama ini menjadi pusat lalu lintas energi dunia.

Eskalasi terbaru ini muncul hanya beberapa saat setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengancam akan menyerang basis militer Amerika Serikat (AS) serta kapal-kapal yang dianggap sebagai “musuh” apabila kapal tanker Iran kembali menjadi target serangan.

Pemerintah Uni Emirat Arab menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dua drone yang diluncurkan dari wilayah Iran.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Pertahanan UEA menyebut dua UAV berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasaran.

Sementara itu, militer Kuwait juga melaporkan aktivitas drone mencurigakan di wilayah udaranya pada dini hari.

Otoritas setempat menyebut sejumlah drone berhasil ditangani sesuai prosedur keamanan, meski tidak merinci asal pasti pesawat tanpa awak tersebut.

Di perairan Qatar, sebuah kapal kargo dilaporkan terkena serangan drone yang memicu kebakaran terbatas di atas kapal.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Profil Peter Magyar, Perdana Menteri Baru Hungaria yang Sukses Gulingkan 16 Tahun Era Viktor Orban

Pemimpin oposisi pro-Eropa, Peter Magyar (45), baru saja dilantik sebagai Perdana Menteri Hungaria pada Sabtu (9/5/2026), sekaligus secara resmi mengakhiri 16 tahun masa kekuasaan Viktor Orban (62), sekutu Presiden AS Donald Trump.

Mengutip The Guardian, upacara pelantikan berlangsung setelah partainya, Tisza, meraih kemenangan telak dalam pemilihan parlemen bulan lalu.

Berbicara kepada puluhan ribu pendukung yang berkumpul di luar gedung parlemen, perdana menteri baru itu menggambarkan jalan menuju perubahan sebagai perjalanan yang panjang dan penuh liku.

Namun, menurutnya, rakyat Hungaria akhirnya dapat bersukacita.

“Hari ini, setiap orang yang mencintai kebebasan di dunia ingin menjadi sedikit orang Hungaria,” katanya.

“Anda telah mengajarkan kepada negara dan dunia bahwa orang-orang biasa dapat mengalahkan tirani yang paling kejam.”

Sebelumnya, Magyar mengatakan kepada parlemen bahwa rakyat Hungaria telah memberikan mandat kepada partainya untuk memulai babak baru dalam sejarah negara tersebut.

“Mandat itu bukan hanya untuk mengubah pemerintahan, tetapi juga mengubah sistem. Untuk memulai kembali," ujarnya.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Keluarkan Perintah Baru: Lanjutkan Perang Lawan AS

Ketegangan di Timur Tengah dalam konteks Perang Iran kembali meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengeluarkan arahan baru terkait kelanjutan operasi militer menghadapi Amerika Serikat dan sekutunya.

Media pemerintah Iran pada Minggu (10/5/2026) menyebut Mojtaba Khamenei baru saja bertemu dengan Kepala Komando Pusat Militer Iran, Ali Abdollahi.

Dalam pertemuan tersebut, Khamenei disebut memberikan instruksi untuk melanjutkan operasi “menghadapi musuh”, meski rincian waktu dan lokasi pertemuan tidak diungkapkan.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya konflik kawasan Teluk serta memanasnya hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sejak pecahnya perang terbaru di Asia Barat.

Televisi pemerintah Iran menyebut Khamenei memberikan “arahan dan panduan baru untuk melanjutkan operasi menghadapi musuh”.

Namun, otoritas Iran tidak menjelaskan lebih lanjut bentuk operasi yang dimaksud.

Pertemuan tersebut juga menjadi sorotan karena Mojtaba Khamenei belum banyak tampil di publik sejak ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai rumor mengenai kondisi kesehatannya beredar luas, termasuk spekulasi kalau dia sempat terluka akibat serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan ayahnya.

Beberapa hari sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga dilaporkan telah melakukan pertemuan dengan Mojtaba Khamenei di tengah situasi keamanan yang terus memburuk.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved