Senin, 11 Mei 2026

Israel Klaim Ingin Lepas Bantuan Militer AS, Sinyal Hubungan Netanyahu-Trump Mulai Retak?

Netanyahu ingin Israel tak lagi bergantung pada bantuan militer AS. Hubungan Tel Aviv-Washington mulai retak diam-diam?

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • PM Netanyahu menyatakan Israel ingin mengurangi ketergantungan bantuan militer dari AS dengan dalih Israel harus mulai membangun pertahanan yang lebih mandiri.
  • AS selama ini memberi bantuan militer sekitar 3,8 miliar dolar AS per tahun kepada Israeluntuk pembelian jet tempur, rudal, Iron Dome, hingga teknologi pertahanan.
  • Pernyataan Netanyahu memicu spekulasi hubungan strategis Israel-AS, termasuk kedekatan Netanyahu dan Donald Trump, mulai mengalami perubahan.

TRIBUNNNEWS.COM - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan keinginannya untuk mengurangi ketergantungan Israel pada bantuan militer dari Amerika Serikat dalam satu dekade mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu selama wawancara CBS News. Dalam pernyataannya, Netanyahu mengungkapkan Israel ingin mulai membangun kemandirian pertahanan sekaligus memperkuat hubungan strategis dengan negara-negara Teluk.

Berdasarkan kesepakatan yang telah berjalan, Washington diketahui telah menyetujui bantuan militer miliar dolar AS untuk Israel selama periode 2018 hingga 2028.

Meski demikian, Netanyahu menilai sudah waktunya hubungan finansial antara Israel dan Amerika Serikat mulai diatur ulang.

“Saya ingin mengurangi hingga nol dukungan keuangan Amerika, komponen keuangan dari kerja sama militer yang kita miliki,” kata Netanyahu dikutip dari Reuters.

Ia juga menegaskan tidak ingin menunggu perubahan politik di Kongres Amerika Serikat untuk memulai langkah tersebut.

“Saya tidak mau menunggu Kongres berikutnya. Saya ingin mulai sekarang,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa pemerintah Israel ingin secara bertahap membangun sistem pertahanan yang lebih mandiri tanpa terlalu bergantung pada bantuan dana militer dari Washington.

Dukungan Publik AS terhadap Israel Mulai Melemah

Hubungan erat Israel dan Amerika Serikat selama ini dikenal memiliki dukungan bipartisan kuat di Kongres AS. Namun, situasi mulai berubah sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023.

Sejumlah survei menunjukkan dukungan publik Amerika terhadap Israel mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Survei Pew Research pada Maret lalu menunjukkan sekitar 60 persen warga dewasa Amerika memiliki pandangan yang kurang baik terhadap Israel.

Baca juga: Israel Beli 2 Pesawat Tanker KC-46 Senilai 500 Juta Dolar dari Dana Bantuan AS

Selain itu, 59 persen responden disebut memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki kepercayaan terhadap Netanyahu dalam menangani isu global.

Angka tersebut meningkat sekitar tujuh poin dibanding tahun sebelumnya.

Netanyahu menilai melemahnya dukungan terhadap Israel di Amerika Serikat sangat berkaitan dengan perkembangan media sosial.

Menurutnya, sejumlah pihak disebut telah memanfaatkan media sosial untuk membentuk opini yang merugikan Israel di mata publik internasional.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved