Kamis, 14 Mei 2026

Wabah Hantavirus

Thailand Siaga Hantavirus! Pelancong dari Amerika Selatan Wajib Jalani Skrining Ketat

Thailand perketat skrining hantavirus bagi pelancong Amerika Selatan. Puluhan pos pengawasan disiagakan, ratusan penumpang telah diperiksa.

Tayang:
Editor: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Thailand memperketat pengawasan hantavirus dengan mewajibkan skrining kesehatan bagi pelancong dari 13 negara Amerika Selatan.
  • Pemerintah Thailand mengerahkan 74 pos pemeriksaan internasional di bandara, pelabuhan laut, dan perbatasan darat. Hingga kini, 470 pelancong telah diperiksa dan belum ditemukan kasus hantavirus yang dicurigai.
  • Otoritas Thailand meminta masyarakat segera memeriksakan diri jika mengalami gejala setelah perjalanan luar negeri untuk mempercepat diagnosis

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Thailand resmi meningkatkan pengawasan terhadap penyebaran hantavirus dengan memperketat proses pemeriksaan di seluruh pos pemeriksaan internasional, terutama bagi pelancong yang datang dari kawasan Amerika Selatan.

Dalam keterangan resminya, Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, Montien Kanasawadse, mengatakan pengawasan diperketat terhadap para pelancong yang memiliki riwayat perjalanan dari 13 negara di Amerika Selatan dalam enam minggu terakhir sebelum masuk ke Thailand.

Rencananya kebijakan tersebut mulai diterapkan di berbagai pintu masuk internasional, termasuk bandara, pelabuhan laut, dan perbatasan darat yang berada di bawah pengawasan Departemen Pengendalian Penyakit Thailand.

Para pelancong dari wilayah berisiko diwajibkan mengisi formulir kesehatan T.8 sebelum melewati proses imigrasi. Mereka juga harus melaporkan riwayat perjalanan dan kondisi kesehatan kepada petugas pengendalian penyakit.

Selama pemeriksaan digelar, petugas kesehatan secara khusus memantau sejumlah tanda yang diduga berkaitan dengan infeksi hantavirus, terutama bagi penumpang yang memiliki riwayat perjalanan dari kawasan Amerika Selatan dalam beberapa minggu terakhir.

Gejala yang menjadi perhatian utama dalam proses skrining meliputi demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas, mual, muntah, nyeri perut, hingga sesak napas.

Otoritas kesehatan Thailand menegaskan bahwa setiap pelancong yang ditemukan memiliki kombinasi gejala tersebut serta riwayat perjalanan dari daerah berisiko akan langsung dirujuk ke Institut Penyakit Menular Bamrasnaradura untuk menjalani pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

Di fasilitas tersebut, pasien akan menjalani pengujian medis guna memastikan penyebab penyakit dan menentukan apakah gejala yang muncul berkaitan dengan infeksi hantavirus atau penyakit lainnya.

Selain pemeriksaan laboratorium, pemerintah Thailand juga telah menyiapkan prosedur isolasi dan karantina bagi pelancong yang diduga terinfeksi.

“Walaupun Thailand belum melaporkan kasus hantavirus, langkah pengawasan ini penting untuk mencegah risiko penularan dan memastikan keamanan masyarakat,” ujar Montien setelah meninjau sistem pemeriksaan di Bandara Suvarnabhumi, sebagaimana dikutip dari Nation Thailand.

74 Pos Pengawasan Dikerahkan

Saat ini, otoritas kesehatan Thailand mengoperasikan total 74 pos pemeriksaan pengendalian penyakit menular internasional yang tersebar di berbagai wilayah strategis.

Baca juga: Waspada Virus Zoonosis: Hantavirus Jadi Bukti Nyata Ancaman Penyakit dari Hewan

Pos pemeriksaan tersebut terdiri dari 17 pos di bandara internasional, 18 pos di pelabuhan laut, dan 39 pos di perbatasan darat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap pelancong yang masuk ke Thailand dapat dipantau secara ketat, terutama mereka yang datang dari negara-negara berisiko di kawasan Amerika Selatan.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang, pemerintah Thailand juga memperkuat sanitasi lingkungan dan pengendalian vektor penyakit pada berbagai alat transportasi internasional seperti pesawat dan kapal pesiar.

Petugas kesehatan melakukan pemantauan terhadap potensi penyebaran penyakit yang berasal dari hewan pengerat maupun lingkungan tertutup yang berisiko menjadi media penularan virus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved