Jumat, 15 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Kirim Pesan Keras ke AS Lewat Forum BRICS: Siap Berperang, Tapi Tetap Utamakan Diplomasi

Araghchi juga mengirim pesan langsung kepada Amerika Serikat dengan menegaskan bahwa Iran siap menghadapi konflik jika diperlukan.

Tayang:
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
BRICS INDIA 2026 – Menteri Luar Negeri RI Sugiono (kedua kiri) saat sesi foto bersama dan forum BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Kamis (14/5/2026). Dalam beberapa momen forum, Sugiono terlihat diapit Duta Besar China untuk India Xu Feihong dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. 

Araghchi juga menegaskan bahwa perlawanan Iran terhadap Barat tidak hanya untuk kepentingan nasional Teheran, tetapi juga demi mempertahankan visi dunia baru yang sedang dibangun BRICS+.

Ia mengklaim banyak tentara Iran telah mengorbankan nyawa dalam menghadapi dominasi Barat dan apa yang disebutnya sebagai rasa kebal hukum Amerika Serikat.

Iran pun meminta negara-negara anggota BRICS memperkuat solidaritas dalam menghadapi tekanan ekonomi dan politik dari Washington.

Menurut Araghchi, banyak negara anggota BRICS telah lama merasakan tekanan dan kebijakan koersif Amerika Serikat.

Pertemuan BRICS Digelar di Bawah Kepemimpinan India
Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS berlangsung pada 14–15 Mei 2026 di bawah kepemimpinan India.

India resmi memegang presidensi BRICS sejak 1 Januari 2026 setelah mengambil alih posisi tersebut dari Brasil.

Forum tersebut membahas berbagai isu global, mulai dari tata kelola dunia, pembangunan ekonomi, hingga tantangan geopolitik internasional.

Ujian Diplomatik

Pidato Iran di forum BRICS menunjukkan bagaimana kelompok negara berkembang semakin aktif menantang dominasi politik dan ekonomi Barat dalam sistem internasional.

Bagi Iran, BRICS bukan sekadar forum ekonomi, melainkan kendaraan geopolitik untuk membangun blok alternatif yang dapat mengurangi pengaruh Amerika Serikat dan sekutunya.

Pernyataan “siap bertempur tetapi membela diplomasi” juga mencerminkan strategi ganda Teheran: mempertahankan citra kuat di tengah tekanan militer dan sanksi Barat, sambil tetap menjaga ruang negosiasi agar tidak terisolasi sepenuhnya.

Di sisi lain, forum BRICS kini semakin berkembang dari aliansi ekonomi menjadi ruang koordinasi politik negara-negara Global South yang memiliki kepentingan bersama dalam mendorong dunia multipolar.

Bagi India, pertemuan ini sekaligus menjadi ujian diplomatik. New Delhi harus menjaga keseimbangan antara hubungan strategisnya dengan Barat dan posisinya sebagai pemimpin BRICS yang kini semakin vokal menentang hegemoni Barat.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved