Iran Vs Amerika Memanas
Rahasia Bocor! China Disebut Raup Untung Besar Dari Perang Iran vs AS
Laporan rahasia AS bocor! China disebut diam-diam raup untung besar saat perang Iran bikin stok rudal Amerika terkuras habis.
Ringkasan Berita:
- Laporan rahasia Pentagon menyebut China berhasil memanfaatkan perang Iran untuk memperkuat pengaruh diplomatik, ekonomi, militer, dan geopolitik di tengah tekanan terhadap AS.
- Beijing disebut menjual persenjataan ke sekutu AS di kawasan Teluk Persia.
- Perang Iran dinilai menguras amunisi penting militer AS seperti Patriot, THAAD, dan Tomahawk, sementara China mempelajari strategi perang modern Amerika untuk memperkuat kemampuan militernya.
TRIBUNNEWS.COM - Laporan intelijen rahasia Amerika Serikat mengungkap kekhawatiran baru terkait dampak perang Iran terhadap keseimbangan kekuatan global.
Dalam laporan tersebut, China disebut berhasil memanfaatkan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran untuk memperkuat posisi strategisnya di berbagai bidang.
Laporan intelijen yang disusun oleh direktorat intelijen Staf Gabungan militer Amerika Serikat menggunakan kerangka analisis “DIME” mengungkap sejak perang antara AS dan Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari, China aktif mengambil berbagai keuntungan strategis dari konflik tersebut.
Menurut para pejabat AS yang mengetahui isi dokumen rahasia itu, juga mengatakan Beijing tidak hanya memantau perkembangan konflik di Timur Tengah, tetapi juga memanfaatkan situasi tersebut untuk memperluas pengaruh globalnya di tengah meningkatnya tekanan terhadap Amerika Serikat.
Beijing dinilai aktif membangun citra sebagai negara yang mendukung perdamaian dan stabilitas dunia.
Tak hanya itu, Pemerintah China secara terbuka mengkritik perang Iran dan menyebut konflik tersebut sebagai tindakan ilegal.
Sikap tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi diplomatik Beijing untuk melemahkan citra Amerika Serikat sebagai penjaga tatanan internasional berbasis aturan.
Pengamat menilai China berusaha menampilkan diri sebagai kekuatan dunia yang lebih stabil, diplomatis, dan fokus pada penyelesaian konflik melalui dialog dibanding pendekatan militer yang dilakukan Washington.
“Secara keseluruhan, perang di Iran secara signifikan meningkatkan posisi geopolitik China,” ujar Jacob Stokes, peneliti senior di Center for a New American Security.
China Disebut Raup Keuntungan
Tidak hanya bergerak melalui jalur diplomasi, Beijing disebut memanfaatkan perang Iran di berbagai sektor mulai dari ekonomi, militer, hingga geopolitik guna memperkuat posisinya sebagai kekuatan global alternatif.
Situasi tersebut muncul setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu ketegangan besar di kawasan Timur Tengah serta berdampak langsung terhadap stabilitas energi dunia.
Baca juga: Trump Kecolongan, Iran Klaim Sedang Bongkar Teknologi Rudal Tomahawk AS untuk Dijadikan Senjata Baru
Salah satu dampak paling besar terjadi ketika Iran menutup Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur distribusi hampir seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Penutupan jalur pelayaran strategis tersebut langsung memicu kekhawatiran di pasar internasional karena berpotensi mengganggu rantai pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Di tengah situasi itu, China disebut bergerak cepat membantu sejumlah negara memenuhi kebutuhan energi mereka.
Beijing bahkan dilaporkan menawarkan akses energi alternatif serta teknologi energi hijau kepada beberapa negara sebagai solusi jangka panjang menghadapi ketidakstabilan pasokan energi global akibat perang.
China Jual Senjata ke Sekutu AS
Lebih lanjut, mengutip dari Washington Post, China turut memanfaatkan krisis energi, dengan mengambil keuntungan di sektor pertahanan.
Laporan intelijen AS menyebut Beijing menjual persenjataan kepada sejumlah sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.
Negara-negara tersebut diketahui membutuhkan tambahan sistem pertahanan untuk melindungi pangkalan militer dan fasilitas minyak strategis mereka dari ancaman serangan rudal dan drone Iran selama konflik berlangsung.
Dalam situasi tersebut, China dinilai berhasil memanfaatkan meningkatnya kebutuhan keamanan regional dengan menawarkan berbagai sistem persenjataan tempur kepada negara-negara di kawasan.
Selain keuntungan ekonomi dan diplomatik, perang Iran juga dinilai memberi keuntungan strategis lain bagi Beijing di bidang militer.
China disebut dapat mempelajari secara langsung pola operasi tempur Amerika Serikat dalam perang modern melalui konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Melalui perang tersebut, Beijing dinilai mampu mengamati penggunaan sistem pertahanan udara Amerika Serikat, strategi serangan militer, pola distribusi logistik, hingga pengerahan persenjataan dalam operasi tempur nyata.
Situasi itu memunculkan kekhawatiran baru di Pentagon karena perang Iran dinilai tidak hanya membebani kekuatan militer Amerika Serikat.
Tetapi juga membuka peluang besar bagi China untuk memperkuat kemampuan strategis dan pengaruh globalnya secara lebih cepat.
Kekhawatiran tersebut semakin meningkat setelah Amerika Serikat dilaporkan mengalami penipisan stok sejumlah amunisi penting militer, termasuk sistem pertahanan udara Patriot, pencegat THAAD, hingga rudal jelajah Tomahawk akibat tingginya intensitas operasi militer selama konflik berlangsung.
Pengamat menilai kondisi tersebut dapat mempengaruhi kesiapan tempur Amerika Serikat jika sewaktu-waktu menghadapi konflik besar lain, terutama di kawasan Indo-Pasifik yang saat ini menjadi fokus utama persaingan antara Washington dan Beijing.
(Tribunnews.com / Namira)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.