Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Mesra di KTT tapi Perang Tarif Kemudian, Siklus Unik Hubungan 9 Tahun Trump dan Xi Jinping
Donald Trump dan Xi Jinping tujuh kali bertemu sejak 2017 dengan suasana yang kerap hangat di depan publik.namun perang tarif terus membayangi.
Persoalan Taiwan juga terus menjadi sumber ketegangan utama.
Trump beberapa kali menyatakan akan membahas penjualan senjata ke Taiwan, sesuatu yang selalu ditentang Beijing karena menganggap pulau tersebut bagian dari wilayah China.
Pertemuan Kembali setelah Enam Tahun
Trump dan Xi kembali bertemu langsung pada Oktober 2025 di sela KTT APEC di Busan, Korea Selatan (Korsel).
Pertemuan itu terjadi setelah perang tarif terbaru membuat AS dan China saling mengenakan bea masuk hingga lebih dari 100 persen.
Kedua pemimpin akhirnya menyepakati jeda perang dagang selama satu tahun.
AS melonggarkan sebagian tarif, sementara China mencabut beberapa pembatasan ekspor logam tanah jarang dan kembali membeli produk pertanian AS.
KTT Beijing 2026
Dalam pertemuan terbaru di Beijing pekan ini, Trump dan Xi kembali mencoba menstabilkan hubungan kedua negara.
Namun seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, sejumlah perbedaan besar tetap belum terselesaikan.
China menegaskan Taiwan adalah “isu terpenting” dalam hubungan bilateral, sementara AS tetap mempertahankan dukungan militernya kepada Taipei.
Di bidang perdagangan, Trump mengklaim telah tercapai sejumlah kesepakatan bisnis besar, termasuk potensi pembelian ratusan pesawat Boeing oleh China.
Baca juga: KTT Beijing Berakhir Minim Sepakat, Tiongkok Bungkam Klaim Dagang Sepihak Donald Trump
Beijing belum mengonfirmasi klaim tersebut.
Al Jazeera melaporkan pola hubungan Trump dan Xi selama sembilan tahun terakhir memperlihatkan kombinasi unik antara diplomasi personal dan persaingan strategis yang terus berulang.
Meski kedua pemimpin beberapa kali berhasil meredakan ketegangan lewat pertemuan puncak, perang tarif, rivalitas teknologi, dan isu Taiwan terus menjadi sumber konflik utama antara Washington dan Beijing.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)