Senin, 18 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Siapkan “Gerbang Berbayar” di Selat Hormuz, Kapal Asing Tak Lagi Bebas Lewat

Iran siapkan “gerbang berbayar” di Selat Hormuz. Kapal asing wajib izin dan bayar mahal, dunia khawatir krisis energi kembali meledak.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Iran akan menerapkan aturan baru bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz dengan mengenakan biaya transit untuk “layanan khusus”. 
  • Iran menegaskan hanya kapal komersial dan operator yang bekerja sama dengan pemerintah Iran yang diperbolehkan melintas. Kebijakan ini memicu ketegangan dengan Amerika Serikat.
  • Pengamat menilai kebijakan Iran berpotensi mengganggu distribusi energi global, memicu kenaikan harga minyak, dan memperbesar risiko konflik geopolitik di Timur Tengah.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengumumkan rencana baru terkait pengelolaan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Pemerintah Iran disebut tengah menyiapkan mekanisme khusus untuk mengatur jalur pelayaran internasional sekaligus memungut biaya transit bagi kapal yang melintasi kawasan strategis tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Ebrahim Azizi, Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, pada Sabtu (16/5/2026).

Dalam unggahannya di platform media sosial X, Azizi mengatakan Teheran akan menerapkan sistem baru yang mengatur lalu lintas maritim melalui rute-rute tertentu di Selat Hormuz.

Menurutnya, kapal-kapal yang menggunakan jalur tersebut nantinya akan dikenakan biaya sebagai bentuk pembayaran atas “layanan khusus” yang disediakan Iran di kawasan itu.

Hingga saat ini, Iran belum mengumumkan secara resmi besaran pasti biaya transit baru di Selat Hormuz. Namun sejumlah laporan media internasional menyebut tarif yang sedang dibahas dan mulai diterapkan kepada beberapa kapal komersial mencapai sekitar 2 juta dolar AS per kapal atau setara sekitar Rp33 miliar hingga Rp34 miliar.

Beberapa sumber menyebut biaya tersebut dikenakan sebagai pembayaran atas “layanan keamanan” dan izin melintas di jalur strategis Selat Hormuz yang kini dikendalikan ketat oleh Iran.

Selain tarif tetap, terdapat juga laporan dari Anadolu mengenai skema lain berdasarkan jenis kapal, ukuran muatan, hingga tingkat risiko perjalanan. Bahkan ada pembahasan tarif mulai sekitar 1 dolar AS per barel minyak untuk kapal tanker tertentu.

Iran : Hanya Kapal Tertentu yang Diizinkan Melintas

Meski sistem “gerbang berbayar” segera diterapkan, Teheran memastikan hanya kapal komersial dan operator yang bekerja sama dengan Iran yang akan memperoleh izin melintas melalui jalur strategis tersebut.

Azizi menjelaskan bahwa kebijakan baru tersebut merupakan bagian dari mekanisme pengawasan dan pengendalian lalu lintas kapal yang saat ini sedang disiapkan pemerintah Iran.

“Dalam proses ini, hanya kapal komersial dan pihak-pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan mendapat manfaat darinya,” tulis Azizi.

Baca juga: Perang Iran Belum Kelar, Invasi AS Menghantui Kuba, Aktivitas Militer Meningkat

Ia juga mengatakan pemerintah Iran akan segera mengumumkan rincian resmi terkait mekanisme baru tersebut kepada publik internasional dalam waktu dekat, termasuk aturan teknis mengenai izin pelayaran dan layanan yang akan diberikan di Selat Hormuz.

Kebijakan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat meluncurkan inisiatif yang disebut “Proyek Kebebasan” pada awal Mei lalu.

Program tersebut bertujuan mengawal kapal-kapal internasional agar tetap dapat melintasi Selat Hormuz tanpa gangguan dari Iran. Washington menilai jalur laut itu harus tetap terbuka bagi pelayaran internasional karena menjadi salah satu rute perdagangan energi paling vital di dunia.

Namun rencana tersebut langsung mendapat penolakan keras dari Teheran. Pemerintah Iran menegaskan bahwa setiap kapal yang ingin melintas di Selat Hormuz wajib memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari otoritas Iran.

Situasi itu sempat meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan sebelum akhirnya Trump mengumumkan penangguhan sementara “Proyek Kebebasan”.

Dunia Khawatir Krisis Energi Global Kembali Terjadi

Langkah Iran memperketat pengawasan dan memberlakukan biaya transit di Selat Hormuz kini memicu perhatian besar dunia internasional.

Kawasan tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi rute utama distribusi minyak global.

Sekitar seperlima pasokan minyak dunia dikirim melalui Selat Hormuz setiap harinya. Karena itu, gangguan kecil sekalipun di kawasan tersebut dapat berdampak langsung terhadap harga minyak internasional, rantai perdagangan global, hingga stabilitas ekonomi dunia.

Rencana Iran memungut biaya transit juga dipandang sebagai sinyal bahwa Teheran ingin memperkuat kendali strategisnya atas jalur pelayaran internasional di tengah konflik yang terus memanas dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pengamat internasional menilai kebijakan baru Iran berpotensi menciptakan ketidakpastian baru di pasar energi global.

Jika ketegangan terus meningkat, distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz dikhawatirkan kembali terganggu seperti yang pernah terjadi dalam konflik sebelumnya.

Negara-negara pengimpor energi kini mulai memantau perkembangan situasi dengan cermat karena kawasan Teluk masih menjadi pusat utama pasokan minyak dan gas dunia.

Selain ancaman terhadap sektor energi, konflik Iran dengan Amerika Serikat juga dikhawatirkan dapat memicu ketegangan geopolitik yang lebih luas di Timur Tengah, terutama apabila jalur diplomasi kembali gagal meredakan situasi yang semakin memanas.

(Tribunnews.com / Namira)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved