Konflik Rusia Vs Ukraina
Putin Akan Temui Xi Jinping, Bahas Kerja Sama Strategis Rusia–China
Presiden Rusia Vladimir Putin akan menemui pemimpin China Xi Jinping untuk membahas kerjasama Rusia dan Tiongkok.
Kapal tersebut, yang bernama KSL Deyang, disebut sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan Pivdennyi untuk memuat konsentrat bijih besi ketika insiden terjadi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa kapal tersebut merupakan milik China dan ikut terdampak dalam serangan Rusia terhadap kapal-kapal sipil di kawasan itu.
Meski sempat terkena serangan, kapal dilaporkan tetap dapat melanjutkan pelayarannya tanpa korban jiwa.
Kapal Sipil Berbendera Panama dan Guinea-Bissau Jadi Sasaran Serangan di Ukraina
Otoritas Ukraina melaporkan bahwa beberapa kapal sipil kembali menjadi sasaran serangan di wilayah perairan dekat pelabuhan mereka.
Salah satu kapal yang berbendera Guinea-Bissau dilaporkan terkena serangan saat beroperasi di kawasan tersebut.
Dalam kejadian terpisah, Gubernur Odesa Oleh Kiper menyebut kapal berbendera Panama yang menuju pelabuhan Chornomorsk juga ikut terkena dampak serangan Rusia.
Beruntung, tidak ada korban luka dalam insiden tersebut karena awak kapal berhasil memadamkan api, dan kapal tetap bisa melanjutkan perjalanan.
Zelenskyy Tuduh Rusia Manfaatkan Krimea untuk Ekspor Ilegal dan Tarik Investasi Asing
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia mencoba mengeksploitasi wilayah Krimea yang diduduki untuk kepentingan ekonomi, termasuk ekspor gandum.
Ia menyebut ada upaya pengiriman gandum dari Krimea yang melibatkan sejumlah perusahaan, bahkan termasuk entitas dari Amerika Serikat.
Selain itu, Zelenskyy juga menyoroti upaya Rusia menarik investasi dari negara-negara demokratis untuk proyek minyak dan gas di kawasan Arktik.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa Rusia tidak hanya fokus pada konflik militer, tetapi juga strategi ekonomi di tengah perang yang masih berlangsung, seperti diberitakan The Guardian.
Ukraina Kecam Latihan Nuklir Rusia di Belarus
Kementerian Luar Negeri Ukraina mengecam keras latihan senjata nuklir taktis yang dilakukan Rusia di Belarus.
Ukraina menyebut langkah tersebut sebagai ancaman serius bagi keamanan dunia, terutama karena Belarus kini dianggap menjadi lokasi penyimpanan senjata nuklir dekat wilayah NATO.
Kyiv juga meminta negara-negara Barat untuk memperketat sanksi terhadap Rusia dan Belarus karena tindakan tersebut dianggap berbahaya dan memperburuk ketegangan global.
Intelijen Estonia: Rusia Semakin Tertekan dalam Perang
Kepala intelijen luar negeri Estonia mengatakan bahwa Rusia kini berada dalam posisi sulit dalam perang di Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/putln-w5wewe5r323.jpg)