Kamis, 21 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Perang Iran Hari ke-81: Trump Tunda Serangan, Negosiasi Kembali Dibuka

Hari ke-81 perang Iran: Trump tunda serangan ke Iran usai tekanan negara Teluk, Teheran tegaskan tak akan menyerah dalam negosiasi.

Tayang:

Di Lebanon, situasi tetap memburuk meski terdapat kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.

Baca juga: Ogah Tunduk Ancaman Militer Trump, PM Greenland Pastikan Wilayahnya Tak Akan Pernah Bisa Dibeli AS!

Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat lebih dari 3.000 korban jiwa sejak awal eskalasi, dengan sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas dalam serangan terbaru.

Sementara itu, kelompok Hezbollah mengklaim telah melancarkan serangan drone terhadap pasukan Israel di wilayah selatan Lebanon sebagai balasan atas serangan sebelumnya.

Di Irak, pasukan keamanan melakukan operasi besar di wilayah gurun barat setelah muncul laporan adanya aktivitas militer asing tidak resmi, meski pemerintah setempat membantah keberadaan pangkalan asing ilegal.

Gaza dan Tepi Barat Ikut Terdampak

Al Jazeera melaporkan operasi militer Israel juga terus berlangsung di wilayah Tepi Barat, termasuk Ramallah, dengan penggunaan gas air mata dalam bentrokan di beberapa desa.

Di Jalur Gaza, kapal bantuan kemanusiaan yang menuju wilayah tersebut kembali dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional.

Organisasi kemanusiaan menyebut sedikitnya 27 kapal dalam armada flotilla telah dihentikan, memicu kecaman dari Malaysia, Qatar, dan Turki.

Diplomasi di Tengah Krisis Global

Di tengah eskalasi konflik, sejumlah negara terus mendorong jalur diplomasi.

Baca juga: 5 WNI Ditahan Israel, Kemenlu Kecam Keras, Prabowo Diminta Lobi Trump

Pakistan disebut memainkan peran penting sebagai mediator tidak langsung antara Washington dan Teheran, sementara Qatar juga mendukung upaya negosiasi damai.

Pengamat politik internasional menilai bahwa perang Iran kini tidak hanya menjadi konflik regional, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global, terutama sektor energi dan perdagangan internasional.

Meski demikian, baik AS maupun Iran sama-sama belum menunjukkan tanda akan mundur sepenuhnya dari posisi masing-masing, membuat situasi tetap berada dalam kondisi sangat rapuh dan mudah berubah.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved