Jumat, 22 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Perang Iran Hari ke-83: Teheran Tinjau Proposal Damai AS, Ancam Buka Front Baru jika Diserang Lagi

Iran meninjau respons damai AS sambil memperketat Hormuz, Trump beri ultimatum baru dan konflik regional meluas.

Tayang:

Presiden AS Donald Trump juga menyatakan kesepakatan damai sebenarnya sudah “di ambang tercapai”.

Trump memberi waktu “beberapa hari lagi” untuk diplomasi sebelum mempertimbangkan langkah lebih keras.

“Semoga mereka membuat kesepakatan yang akan bagus untuk semua pihak,” kata Trump.

Hormuz Memanas

Di tengah negosiasi yang masih buntu, Iran terus memperketat pengawasan di Selat Hormuz.

Otoritas Selat Teluk Persia yang baru dibentuk Iran mengumumkan pembentukan “zona pengawasan” baru di jalur pelayaran strategis tersebut.

Baca juga: Iran Tinjau Proposal Perdamaian AS, Trump Bersedia Menunggu Beberapa Hari Lagi

Pemerintah Iran memperingatkan bahwa kapal yang melintas tanpa izin akan dianggap ilegal.

Sementara itu, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah mengoordinasikan pelayaran 26 kapal, termasuk tanker minyak dan kapal dagang, dalam 24 jam terakhir.

“Kapalkapal tersebut melintas setelah koordinasi dan pengamanan dari Angkatan Laut IRGC,” demikian pernyataan IRGC melalui akun resminya di X.

Langkah tersebut, kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global karena Selat Hormuz menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia.

Israel dan Lebanon Makin Tegang

Ketegangan regional juga terus meluas ke Lebanon dan Israel.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan lebih dari 20 orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon selatan.

Kelompok Hizbullah mengklaim telah melancarkan 24 serangan terhadap pasukan Israel menggunakan roket, artileri, dan drone.

Militer Yordania juga mengumumkan berhasil menembak jatuh sebuah drone misterius yang memasuki wilayah udaranya di Provinsi Jerash.

Di Israel, Kepala Staf Militer Letjen Eyal Zamir mengatakan pasukan Israel berada pada tingkat kesiagaan tertinggi.

“Saat ini militer berada pada tingkat siaga tertinggi dan siap menghadapi perkembangan apa pun,” ujar Zamir.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved