Nilai Mata Uang Tetangga Indonesia Terus Menguat, Ini Faktor yang Menopang Kekuatan Ringgit Malaysia
Ringgit Malaysia menguat terhadap dolar AS dan mata uang lainnya karena membaiknya kondisi ekonomi Malaysia serta meredanya tensi geopolitik
Arus masuk tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor lokal maupun internasional terhadap arah ekonomi Malaysia.
Secara keseluruhan, kebijakan tersebut membuat pengeluaran pemerintah lebih terkendali, efisien, dan berkelanjutan. Defisit anggaran menyempit dan posisi fiskal Malaysia membaik.
Lembaga pemeringkat kredit internasional dan investor obligasi melihat hal itu sebagai tanda disiplin kebijakan yang lebih kuat dan perencanaan jangka panjang yang lebih baik.
Dengan meningkatnya kepercayaan terhadap keuangan publik Malaysia, permintaan terhadap ringgit ikut meningkat dan membantu memperkuat nilainya.
4. Pariwisata dan perdagangan yang tangguh
Malaysia mencatat pemulihan pariwisata bersejarah pada 2025 dengan menyambut 42 juta wisatawan internasional.
Momentum tersebut diperkirakan berlanjut melalui kampanye Visit Malaysia 2026 yang menargetkan 47 juta wisatawan tahun ini.
Wisatawan membawa mata uang asing yang kemudian ditukarkan ke ringgit, sehingga turut mendukung penguatan mata uang tersebut.
Pada saat yang sama, perjanjian perdagangan baru dan pasar ekspor yang semakin terdiversifikasi membantu menstabilkan ekspor Malaysia.
Kombinasi sektor pariwisata dan perdagangan menjaga arus masuk mata uang asing tetap stabil dan memperkuat pemulihan ringgit.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)