Kamis, 28 Mei 2026

Pendiri 7-Eleven Japan, Toshifumi Suzuki Meninggal Dunia

Kariernya di dunia ritel dimulai ketika bergabung dengan Yōkadō, yang kini menjadi Ito-Yokado, pada tahun 1963

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
istimewa
TUTUP USIA - Pendiri “7-Eleven Japan” Jepang, Toshifumi Suzuki tutup usia. Suzuki, meninggal dunia pada 18 Mei 2026 akibat gagal jantung. Sosok yang dikenal sebagai bapak convenience store Jepang itu wafat pada usia 93 tahun 

Suzuki lama menjabat sebagai Chairman sekaligus CEO Seven & i Holdings. Namun pada April 2016, ia secara mendadak mengumumkan pengunduran dirinya setelah usulan pergantian Presiden Seven-Eleven ditolak dewan direksi.

Sejak saat itu, Toshifumi Suzuki perlahan meninggalkan garis depan dunia bisnis Jepang, meski namanya tetap dikenang sebagai tokoh yang mengubah budaya belanja masyarakat Jepang melalui konsep convenience store modern.

Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pendiri jaringan minimarket terbesar Jepang Seven-Eleven Japan, Toshifumi Suzuki, meninggal dunia pada 18 Mei 2026 akibat gagal jantung. Sosok yang dikenal sebagai “bapak convenience store Jepang” itu wafat pada usia 93 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan pihak keluarga kepada media pada Minggu (25/5/2026). Upacara pemakaman digelar secara tertutup dan hanya dihadiri keluarga dekat.

Anak sulungnya, Takafumi Suzuki, ditunjuk menjadi kepala keluarga dalam prosesi pemakaman tersebut.

Toshifumi Suzuki lahir di Prefektur Nagano. Setelah lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Chuo, ia memulai karier di perusahaan distribusi penerbitan Tokyo Shuppan Hanbai yang kini dikenal sebagai Tohan.

Kariernya di dunia ritel dimulai ketika bergabung dengan Yōkadō, yang kini menjadi Ito-Yokado, pada tahun 1963.

Suzuki kemudian menjadi sosok penting dalam perkembangan industri minimarket modern di Jepang. Pada 1973, ia menandatangani perjanjian waralaba dengan Southland Corporation dari Amerika Serikat, perusahaan pengembang bisnis 7-Eleven di AS.

Setahun kemudian, tepatnya pada 1974, gerai pertama Seven-Eleven Jepang dibuka di kawasan Toyosu, Koto-ku, Tokyo.

Di bawah kepemimpinannya, Seven-Eleven Jepang berkembang pesat dengan berbagai inovasi yang kemudian menjadi standar industri convenience store modern di Jepang.

Suzuki memperkenalkan operasional toko 24 jam, sistem distribusi bersama antarprodusen, hingga pengelolaan produk berbasis POS (Point of Sales) yang memungkinkan pemantauan penjualan secara real time.

Tak hanya fokus pada bisnis minimarket, Suzuki juga berupaya membangkitkan bisnis supermarket Ito-Yokado yang saat itu mengalami stagnasi.

Ia diangkat menjadi Presiden Ito-Yokado pada 1992 setelah pendirinya, Masatoshi Ito, mundur akibat kasus pembayaran kepada sokaiya atau pemeras rapat pemegang saham.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved