Iran Vs Amerika Memanas
AS-Iran Semakin Dekat Akhiri Perang, tapi Ada Poin-poin Penting Jadi Kendala, Termasuk Selat Hormuz
Masih ada poin-poin penting yang menjadi kendala untuk mengakhiri perang Iran, termasuk terkait Selat Hormuz.
Teheran juga merupakan penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) tahun 1970.
Pada tahun 2015, AS bergabung dengan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) di bawah Presiden Barack Obama saat itu.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Iran setuju untuk membatasi pengayaan uranium hingga 3,67 persen — jauh di bawah tingkat yang dibutuhkan untuk pembuatan senjata nuklir — dan mengizinkan inspeksi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memverifikasi bahwa Iran tidak sedang mengembangkan senjata nuklir.
Sebagai imbalannya, sanksi internasional terhadap Iran dilonggarkan.
Namun, pada tahun 2018, selama masa jabatan pertamanya, Trump menarik AS dari JCPOA, meskipun IAEA menyatakan bahwa Iran telah mematuhi perjanjian tersebut pada saat itu.
Pada Maret 2025, Tulsi Gabbard, direktur intelijen nasional yang menjabat saat itu, mengatakan kepada Kongres bahwa lembaga-lembaga tersebut terus "menilai bahwa Iran tidak sedang membangun senjata nuklir".
AS dan Israel membenarkan perang tersebut dengan menyatakan bahwa Iran berada di ambang pembuatan senjata nuklir.
Penjelasan Menlu AS
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran dapat terwujud pada Senin (25/5/2026), sementara Presiden Donald Trump meredam ekspektasi.
Amerika Serikat dan Iran telah mematuhi gencatan senjata sejak 8 April sementara para mediator mendorong penyelesaian melalui negosiasi, meskipun Iran telah memberlakukan kontrol terhadap pelayaran di Teluk dan AS telah memblokade pelabuhan Iran.
“Kami pikir mungkin ada beberapa berita tadi malam, mungkin hari ini, saya tidak akan terlalu memikirkannya,” kata Rubio di New Delhi, merujuk pada potensi kesepakatan tersebut, dikutip dari Al Arabiya.
“Kami memiliki apa yang menurut saya merupakan hal yang cukup solid di atas meja dalam hal kemampuan mereka untuk membuka selat, membuat selat tetap terbuka,” jelasnya.
Pernyataan Rubio muncul setelah Trump mengatakan pada Minggu (24/5/2026) bahwa ia telah memberitahu para negosiatornya untuk tidak “terburu-buru” dalam kesepakatan tersebut, sementara Washington dan Teheran sama-sama mengisyaratkan kemajuan menuju kesepakatan.
“Saya telah memberitahu perwakilan saya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu masih berpihak pada kita,” demikian unggahan Truth Social di akun resmi Presiden AS pada hari Minggu.
“Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya sampai kesepakatan tercapai, disahkan, dan ditandatangani," jelasnya.
Baca juga: Iran Klaim Tembak Jatuh Drone Israel di Tengah Sinyal Damai dengan AS
Dalam unggahan terpisah di Truth Social milik Trump, tertulis kesepakatan tersebut “sebagian besar telah dinegosiasikan, dan masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain.”