Iran Vs Amerika Memanas
Jalur Minyak Selat Hormuz Siap Dibuka Lagi, Akankah Iran dan AS Benar-benar Menuju Damai?
AS dan Iran dikabarkan sepakat buka kembali Selat Hormuz. Dunia berharap konflik mereda, tapi kesepakatan damai final masih alot dicapai.
Di tengah meningkatnya tekanan tersebut, Amerika Serikat dan Iran kini dikabarkan mulai menyusun kesepakatan untuk menormalkan kembali aktivitas pelayaran di kawasan itu.
Dalam rancangan kesepakatan terbaru, Amerika Serikat disebut akan mencabut blokade terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan sekaligus membuka kembali jalur perdagangan internasional yang sempat terganggu akibat konflik.
Pengamanan jalur pelayaran akan dilakukan melalui kerja sama antara Komando Pusat Amerika Serikat dan negara-negara kawasan Teluk Persia untuk memastikan kapal dagang dan tanker minyak dapat melintas dengan aman.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas distribusi energi dunia sekaligus mengurangi risiko konflik militer di salah satu jalur laut paling strategis di dunia.
AS Siap Longgarkan Sanksi terhadap Iran
Lebih lanjut dalam kesempatan itu, AS juga mulai mempertimbangkan pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Iran sebagai bagian dari kesepakatan diplomatik.
Seorang pejabat AS mengatakan pemerintah melihat adanya “akomodasi serius” dari Teheran yang belum pernah muncul dalam negosiasi sebelumnya.
“Rencana kami adalah menangani seluruh persediaan bahan uranium yang diperkaya milik Iran,” ujar pejabat tersebut.
Amerika Serikat disebut membuka peluang memberikan pelonggaran sanksi signifikan apabila Iran benar-benar memenuhi komitmennya dalam pengurangan uranium yang diperkaya.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi Washington untuk menurunkan ketegangan kawasan tanpa memperluas konflik militer.
Meski Pemerintah Iran mengungkap adanya perkembangan penting dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri konflik yang memanas sejak akhir Februari lalu.
Namun Teheran menegaskan kesepakatan final antara kedua negara belum akan tercapai dalam waktu dekat.
Menurut Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, masih ada sejumlah perbedaan yang harus diselesaikan sebelum kedua pihak mencapai kesepakatan resmi.
(Tribunnews.com / Namira)