Iran Vs Amerika Memanas
Iran Disebut Buka Lagi Selat Hormuz 30 Hari setelah Negosiasi Damai Kelar
Menurut laporan tersebut, Iran berkomitmen untuk membersihkan ranjau yang sebelumnya dipasang di Selat Hormuz
"Memang benar bahwa kami telah mencapai kesimpulan pada banyak masalah yang sedang dibahas, tetapi tidak ada yang bisa mengklaim bahwa ini berarti kesepakatan yang akan segera ditandatangani sudah dekat," ungkap Baghaei.
Ia menekankan bahwa prioritas utama negosiasi saat ini adalah penghentian perang secara menyeluruh, bukan membahas detail isu nuklir.
"Pada tahap ini kami tidak membahas perincian masalah nuklir," tegasnya.
Selain itu, Baghaei menyoroti bahwa draf kesepakatan belum merinci mekanisme pengelolaan Selat Hormuz.
Ia menegaskan bahwa masalah tersebut seharusnya menjadi urusan dan tanggung jawab bersama bagi negara-negara yang berada di pesisir Selat Hormuz seperti Oman.
Latar Belakang Konflik dan Implikasi Global
Baca juga: Iran Pasang Syarat Baru: Minta Dana Rp 196 Triliun Dicairkan Sebelum Lanjut Damai dengan AS
Ketegangan bermula pada akhir Februari 2026 saat Iran memblokade Selat Hormuz dengan ranjau laut dan membentuk otoritas baru, Persian Gulf Strait Authority (PGSA).
Hal ini memicu gangguan lalu lintas energi dan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas. AS sempat merespons dengan operasi pembersihan ranjau.
Saat ini, kedua belah pihak masih memiliki sejumlah poin perbedaan pendapat, antara lain mengenai pencabutan sanksi, pelepasan aset Iran yang dibekukan, serta kendali atas program nuklir Teheran.
Iran bahkan dikabarkan meminta syarat baru berupa pencairan dana sebesar Rp 196 triliun sebelum melanjutkan proses perdamaian.
Hingga kini, diskusi diplomatik intensif masih berlangsung dengan melibatkan mediator seperti Pakistan dan Qatar.
Meskipun pembukaan kembali Selat Hormuz diharapkan dapat meredakan tekanan pasar energi global, para analis memperingatkan bahwa kesepakatan ini masih tergolong rapuh mengingat kompleksitas dinamika politik di Timur Tengah.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kapal-Tanker-Pertamina-di-Selat-Hormuz.jpg)