Rabu, 27 Mei 2026

Skandal Pelecehan Seksual Anak Prasekolah di Paris, Lebih dari 100 Kasus Diperiksa

Lebih dari 100 kasus pelecehan dan penganiayaan seksual terhadap anak-anak prasekolah berusia 3–6 tahun tengah diselidiki di Paris.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
Pexels
KEKERASAN ANAK PRASEKOLAH - Foto ilustrasi anak bermain di sekolah prasekolah, diambil dari situs bebas royalti Pexels. Lebih dari 100 kasus pelecehan dan penganiayaan seksual terhadap anak-anak prasekolah berusia 3–6 tahun tengah diselidiki di Paris 

Para pengawas tidak dipekerjakan langsung oleh sekolah atau Kementerian Pendidikan Prancis, melainkan direkrut oleh pemerintah kota setempat.

Posisi ini seringkali tidak mensyaratkan pelatihan formal maupun kualifikasi profesional apa pun, dan sebagian besar dipekerjakan dengan kontrak per jam.

Kesaksian Orang Tua

Orang tua di seluruh negeri kini berbagi kisah memilukan tentang pengalaman anak-anak mereka.

Menurut The Guardian, sejumlah keluarga melaporkan bahwa para pengawas berteriak agresif kepada balita, mendorong, bahkan menarik rambut mereka.

Anak-anak lain dilaporkan sengaja tidak diberi makan sebagai bentuk hukuman, sementara beberapa dipaksa makan berlebihan hingga jatuh sakit.

Perjuangan Hukum

Pengacara Louis Cailliez, yang mewakili dua keluarga korban, mengajukan pengaduan resmi ke polisi terkait dugaan pemerkosaan terhadap anak-anak prasekolah.

Dalam salah satu kasus, pengawas yang dituduh memperkosa seorang anak laki-laki berusia tiga tahun sebelumnya telah dilaporkan atas tuduhan kekerasan fisik di sekolah lain, namun hanya dipindahtugaskan.

Tindakan hukum akhirnya diambil. Persidangan akan segera digelar di Paris untuk seorang pengawas yang dituduh melecehkan 5 anak berusia 3–5 tahun.

Selain itu, putusan untuk seorang pengawas berusia 47 tahun yang dituduh melecehkan 9 anak perempuan berusia 10 tahun diharapkan keluar bulan depan.

Selama bertahun-tahun, kelompok orang tua mengaku peringatan mereka diabaikan oleh para pejabat.

Pengacara Florian Lastelle, yang mewakili tiga keluarga lainnya, menyebut situasi ini sebagai skandal besar yang mengancam keselamatan seluruh sistem sekolah negeri di Prancis.

Menanggapi gelombang protes publik, Wali Kota Paris yang baru dilantik, Emmanuel Gregoire, mengumumkan rencana senilai 20 juta euro ( sekitar Rp414,7 miliar) untuk memperbaiki sistem yang sudah rusak ini. 

Gregoire, yang secara terbuka mengungkap bahwa dirinya pun pernah menjadi korban pelecehan oleh seorang pengawas semasa kecil, mengakui bahwa pihak berwenang telah melakukan kesalahan dengan memperlakukan insiden-insiden ini sebagai kejadian terisolasi, bukannya menangani risiko sistemik yang nyata.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved