Kamis, 28 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran dan AS Sama-Sama Kukuh soal Selat Hormuz, Uranium, Pencabutan Sanksi

AS dan Iran masih berselisih soal Selat Hormuz, uranium yang diperkaya, dan pencabutan sanksi.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama

“Iran dan Oman, sebagai negara pesisir bertetangga, bersama-sama menegosiasikan mekanisme baru untuk jalur pelayaran kapal melalui Selat Hormuz,” kata Bagheri.

“Kondisi dan prosedur untuk melewati Selat Hormuz akan sepenuhnya berbeda dibandingkan sebelum dimulainya konflik yang melibatkan Iran.”

Perjanjian Abraham Menambah Runyam Perundingan Perdamaian

Trump juga kembali menegaskan tuntutannya agar lebih banyak negara Arab bergabung dengan Kesepakatan Abraham, yakni perjanjian normalisasi hubungan antara sejumlah negara Arab dan Israel selama masa jabatan pertamanya.

Dilansir The Guardian, Trump mengatakan akan menjadi momen bersejarah jika negara-negara yang belum menandatangani perjanjian tersebut ikut bergabung.

“Mereka berutang budi kepada kita,” ujarnya.

Utusan khusus AS, Steve Witkoff, mengatakan dirinya mendorong hal tersebut dalam pembicaraan dengan semua pihak, sebelum Trump menambahkan:

“Saya tidak yakin kita harus membuat kesepakatan itu, jika mereka tidak menandatanganinya.”

Namun, pada saat yang sama Trump menolak mengonfirmasi bahwa kesepakatan Iran akan bergantung pada bergabungnya negara-negara lain dalam perjanjian tersebut.

Joey Hood, mantan duta besar AS untuk Tunisia, mengatakan upaya Trump mengaitkan kesepakatan AS-Iran dengan dorongan agar lebih banyak negara Arab menormalisasi hubungan dengan Israel di bawah Perjanjian Abraham merupakan bagian dari upayanya untuk dilihat sebagai tokoh politik yang “bersejarah”.

“Donald Trump benar-benar bernegosiasi dengan dirinya sendiri. Dia bernegosiasi dengan warisannya,” kata Hood kepada Al Jazeera.

“Lebih dari segalanya, dia ingin dilihat sebagai presiden yang bersejarah, yang mengubah segalanya, yang mampu mengubah hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya selama beberapa dekade.”

“Menyingkirkan Iran yang memiliki senjata nuklir? Tentu. Tetapi jika kita bisa melakukannya, mengapa tidak menormalisasi hubungan diplomatik di seluruh dunia Arab dengan Israel?” katanya, merujuk pada pemikiran presiden AS tersebut.

Kata Pakar soal Kelanjutan Gencatan Senjata

Doug Bandow, peneliti senior di Cato Institute, mengatakan pertarungan utama antara AS dan Iran kini berada di bidang ekonomi dengan blokade ganda yang diberlakukan di Selat Hormuz.

“Trump berada dalam posisi yang sangat sulit. Dia secara tidak sengaja telah memberi Iran senjata yang sangat ampuh dengan menutup Selat Hormuz dan dia tidak mau mengambil risiko kapal-kapal AS untuk mencoba membukanya,” kata Bandow kepada Al Jazeera.

“Akan sulit baginya untuk tidak membuat kesepakatan yang memuaskan Iran,” tambahnya.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved