Pabrik Kertas Washington Meledak: 9 Hilang, Potensi Korban Tewas Mencapai 11 Orang
Tangki berisi white liquor di pabrik kertas Nippon Dynawave, Washington, meledak saat pergantian shift, 9 orang masih hilang tanpa ada harapan hidup
Todd Cornwell mengatakan bahwa temannya, Gilbert Bernal, adalah seorang teknisi listrik di pabrik tersebut dan merupakan korban tewas pertama yang dikonfirmasi. Mereka saling mengenal melalui gereja dan tergabung dalam kelompok pendalaman Alkitab yang sama.
"Kami sebenarnya berkumpul tadi malam dan alih-alih belajar Alkitab, kami berbicara tentang dia," kata Cornwell. "Dia selalu siap membantu dalam hal apapun yang perlu dilakukan. Ketika sekolah gereja setempat mulai banjir, dia adalah salah satu orang yang hadir."
Brian Williquette, pemasok bahan kimia untuk pabrik-pabrik di wilayah tersebut, sedang berada di pabrik pada Selasa pagi ketika mendengar alarm dari pengeras suara dan sempat bertanya-tanya apakah itu hanya latihan. Ia berhasil keluar dengan selamat dan tidak melihat kerusakan apapun.
"Ini sungguh tak terbayangkan," katanya dalam acara doa bersama komunitas pada Selasa. "Tidak ada satu pun orang yang tinggal di sini yang tidak mengenal seseorang di pabrik kertas."
Crystal Moldenhauer, warga Longview, mengatakan ia memiliki teman-teman di pabrik yang hingga kini masih belum diketahui kabarnya. Ia mengaku orang-orang saling menelepon dan mengirim pesan sepanjang hari mencoba mencari tahu apa yang terjadi.
"Kami semua masih menunggu jawaban," katanya. "Ada keluarga-keluarga yang hancur, dan kami tidak tahu mengapa."
Pihak berwenang mendesak jawaban tentang penyebab kebocoran
Nippon Paper Group dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu mengungkapkan "belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan simpati yang tulus kepada keluarga yang berduka."
Beberapa korban yang terluka mengalami luka bakar atau cedera akibat menghirup bahan kimia, kata pihak berwenang.
Setelah tangki meledak, cairan tersebut tumpah ke selokan pembuangan, kata Brittny Goodsell, juru bicara Departemen Ekologi negara bagian.
Hampir setiap industri menggunakan tangki kimia seperti ini dan umumnya sangat aman, kata Stephen Kmiotek, profesor teknik kimia di Worcester Polytechnic Institute. Namun penting bagi perusahaan untuk terus melakukan perawatan dan inspeksi yang tepat, terutama seiring bertambahnya usia tangki, katanya.
Dewan Investigasi Keselamatan dan Bahaya Kimia AS pada hari Rabu mengumumkan akan melakukan investigasi. Ketuanya, Steve Owens, menyatakan tujuannya adalah untuk "menentukan bagaimana hal ini terjadi dan apa yang dapat dilakukan untuk mencegah hal serupa terjadi lagi."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/lokasi-pabrik-kertas-di-Washington-yang-meledak-9-orang-hilang.jpg)