Kamis, 28 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Ketegangan Pecah Lagi, IRGC Klaim Tembak Drone Reaper AS usai Serangan CENTCOM ke Iran

IRGC mengklaim menembak drone MQ-9 Reaper AS setelah CENTCOM menyerang target Iran dekat Selat Hormuz.

Tayang:

Jalur tersebut merupakan rute vital yang dilalui hampir seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Di sisi lain, AS terus menjalankan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Langkah saling tekan itu membuat negosiasi damai berjalan sangat rapuh.

Para analis menilai Iran dan AS kini sama-sama berusaha meningkatkan posisi tawar sebelum kesepakatan permanen benar-benar tercapai.

Baca juga: Mengenal Drone Tempur MQ-9 Reaper AS yang Dihancurkan IRGC, Disebut Miliki Serangan Presisi Tinggi

Serangan dan Blokade Terus Berlanjut

Ketegangan sebenarnya sudah terus meningkat sejak perang pecah pada 28 Februari 2026.

Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyerang Iran dengan tuduhan Teheran mengembangkan senjata nuklir.

Iran membantah tuduhan tersebut.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal dan drone ke Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Pada 8 April, kedua pihak sepakat menghentikan perang sementara setelah mediasi Pakistan.

Setelah itu, berbagai insiden terus terjadi.

Mulai dari penyitaan kapal, serangan drone, hingga kebakaran fasilitas energi di kawasan Teluk.

AS bahkan memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran.

Sementara Iran memperketat pengawasan kapal asing di Selat Hormuz.

Diplomasi Damai Masih Buntu

Baca juga: AS Rungkad Lagi! IRGC Berhasil Tembak Jatuh Drone Canggih MQ-9 Reaper, Jet F-35 Hampir jadi Sasaran

Meski konflik terus memanas, pembicaraan damai masih berlangsung melalui mediasi Qatar dan Pakistan.

Iran dilaporkan meminta pencairan aset miliaran dolar yang dibekukan serta pelonggaran sanksi minyak.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved