Iran Vs Amerika Memanas
Negosiator Iran dan AS Capai MoU Gencatan Senjata 60 Hari, Tapi Masih Menunggu Persetujuan Trump
Negosiator AS dan Iran telah menyepakati kerangka MoU perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, tetapi masih menunggu persetujuan Donald Trump
Laporan tersebut menyatakan bahwa kesepakatan itu akan mencakup komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Selama periode gencatan senjata 60 hari, kedua pihak akan bernegosiasi mengenai nasib uranium Iran yang telah diperkaya hingga tingkat tinggi serta langkah-langkah yang akan diambil terkait program pengayaan uranium negara tersebut.
Pembekuan dana Iran dan sanksi merupakan dua isu yang akan dibahas AS selama proses negosiasi.
"Semakin banyak yang bersedia diberikan Iran, semakin banyak yang akan mereka dapatkan," kata seorang pejabat AS.
Perkembangan ini terjadi setelah AS dan Iran saling menuduh melanggar gencatan senjata yang sedang berlangsung menyusul baku tembak, tiga bulan setelah konflik dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Republik Islam tersebut.
Kesepakatan sementara ini dinilai signifikan karena tercapai hanya beberapa hari setelah baku tembak paling serius sejak gencatan senjata dimulai pada April, yang sempat mengguncang upaya diplomatik untuk mengakhiri perang.
Tanggapan Iran
Sementara itu, Kantor Berita Tasnim yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), mengutip sumber yang dekat dengan tim negosiasi yang mengatakan bahwa draf nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat belum difinalisasi maupun dikonfirmasi.
Sumber yang dekat dengan negosiasi Iran-AS mengatakan kepada Iran International bahwa masih ada keraguan apakah negosiator Mohammad Bagher Ghalibaf dan tim negosiasi Iran telah sepenuhnya berkoordinasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.
JD Vance: Iran Menginginkan Kesepakatan, tetapi Perjanjian Masih Belum Jelas
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa Iran menginginkan kesepakatan saat negosiasi mengenai program nuklir terus berlanjut, meski hasil akhirnya masih belum pasti.
Mengutip Iran International, dalam keterangannya kepada wartawan pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat, Vance mengatakan kedua pihak masih berdiskusi mengenai sejumlah aspek redaksional dalam perjanjian tersebut.
"Kami telah membuat banyak kemajuan," ujarnya.
"Saya pikir sulit untuk mengatakan secara pasti kapan atau apakah Anda akan menandatangani MOU."
"Kami berdiskusi bolak-balik mengenai beberapa poin bahasa. Kami telah membuat banyak kemajuan di sini."
"Sangat jelas bahwa saya pikir Iran menginginkan kesepakatan, dan mereka ingin membuka jalur-jalur di Hormuz."
"Kami ingin mereka membuka jalur-jalur di Hormuz."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Donald-T1rump-dan-M1ojtaba-K1hamenei.jpg)