Perusahaan Jepang di Kitakyushu Puji Pekerja Indonesia: Rajin dan Tak Tergantikan
Perusahaan di Kitakyushu memuji pekerja Indonesia yang dinilai rajin di tengah krisis tenaga kerja Jepang
Selain mengandalkan tenaga kerja asing, Pemerintah Kota Kitakyushu juga terus berupaya menahan arus keluar mahasiswa muda yang pindah ke kota lain setelah lulus kuliah.
Pemerintah kota aktif menarik investasi perusahaan, termasuk mendukung pembangunan gedung baru bagi perusahaan teknologi. Salah satu proyek mendapat subsidi sekitar 600 juta yen dari pemerintah kota dan kini ditempati 21 perusahaan IT termasuk IBM Jepang dengan total sekitar 1.000 pekerja.
Di sisi lain, untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja, Kitakyushu juga memperkuat kebijakan perekrutan lansia.
Pemerintah kota memberikan subsidi hingga 400 ribu yen per tahun bagi perusahaan yang mempekerjakan warga berusia di atas 65 tahun.
Salah satu perusahaan pertanian di daerah tersebut saat ini mempekerjakan sekitar 80 pekerja lansia yang membantu panen dan pengiriman tomat.
“Saya pikir selama masih bisa bekerja, lebih baik tetap bekerja. Itu membuat hidup lebih bersemangat dan baik juga untuk kesehatan,” ujar Katsuto Nasu (73).
Mulai tahun fiskal 2026, Kitakyushu juga meluncurkan sistem baru untuk membantu perusahaan kecil dan menengah mempertahankan pekerja berusia di atas 65 tahun dengan subsidi maksimal 250 ribu yen per tahun bagi perusahaan yang memperpanjang usia pensiun.
Di tengah krisis populasi Jepang, Kitakyushu kini menjadi salah satu contoh bagaimana kota-kota daerah berusaha mempertahankan “kekuatan bekerja” melalui kombinasi tenaga kerja asing, investasi industri, dan partisipasi lansia.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Noriko-Sako-Japan1.jpg)