Proyek Ambisius Google: Lepas 32 Juta Nyamuk Hasil Rekayasa Genetik Selama Dua Tahun
Nyamuk memiliki kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan, termasuk belajar mengaitkan aroma obat antinyamuk dengan sumber makanan.
Penulis utama studi, Claudio Lazzari, mengatakan respons nyamuk terhadap bahan penolak serangga tidak semata-mata ditentukan oleh sifat kimia zat tersebut, tetapi juga oleh cara nyamuk menafsirkan sinyal di lingkungannya.
Temuan itu menunjukkan tantangan yang dihadapi ilmuwan dalam mengendalikan populasi nyamuk, sekaligus menjadi alasan mengapa pendekatan baru, termasuk penggunaan nyamuk rekayasa genetik, terus dikembangkan untuk memerangi penyakit yang ditularkan serangga tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-Google-diambil-dari-Pexels-pada-2.jpg)