Konflik China dan AS
Pentagon Siapkan 300.000 Drone Kamikaze, AS Ubah Strategi Perang Modern Hadapi China dan Rusia
Departemen Pertahanan AS- berencana mengembangkan hingga 300.000 drone kamikaze berbiaya rendah untuk memperkuat kemampuan tempur
Dalam jangka panjang, total investasi yang terkait dengan pengembangan perang otonom ini berpotensi melampaui 54 miliar dolar AS atau sekitar Rp880 triliun.
Pentagon juga menargetkan harga drone dapat ditekan hingga sekitar 5.000 dolar AS per unit, bahkan turun menjadi sekitar 2.300 dolar AS melalui produksi massal dan peningkatan efisiensi manufaktur.
Doktrin Baru: Precise Mass
Program Drone Dominance menandai perubahan besar dalam doktrin militer Amerika.
Konsep yang kini diusung Pentagon dikenal sebagai "precise mass", yaitu menggabungkan kemampuan serangan presisi dengan penggunaan senjata dalam jumlah besar.
Dengan pendekatan ini, musuh dapat dihadapkan pada gelombang serangan drone yang terus-menerus dan sulit dihentikan.
Strategi tersebut berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang mengandalkan sejumlah kecil platform mahal seperti pesawat siluman, rudal jelajah, atau sistem persenjataan berteknologi tinggi.
Para perencana militer AS menilai kemampuan menghasilkan ribuan drone secara cepat akan menjadi faktor penting dalam perang jangka panjang melawan negara dengan kapasitas militer besar.
Libatkan Startup dan Industri Teknologi
Salah satu hal yang membedakan program ini adalah keterlibatan perusahaan rintisan dan pelaku industri teknologi sipil.
Pentagon menilai proses pengadaan tradisional terlalu lambat untuk mengikuti perkembangan teknologi drone yang bergerak sangat cepat. Karena itu, sejumlah startup, pengembang robotika, hingga perusahaan perangkat lunak diberi kesempatan ikut bersaing mengembangkan sistem drone bagi militer.
Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat inovasi sekaligus menciptakan ekosistem industri drone domestik yang lebih kuat dan mandiri.
Kurangi Ketergantungan pada China
Selain meningkatkan kemampuan tempur, Washington juga berupaya mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok drone global yang saat ini masih didominasi China.
Banyak komponen penting drone seperti baterai, sensor, prosesor, dan sistem elektronik masih diproduksi oleh perusahaan-perusahaan China. Dalam skenario konflik besar, ketergantungan tersebut dinilai dapat menjadi kelemahan strategis bagi Amerika Serikat.
Karena itu, Drone Dominance juga dipandang sebagai bagian dari upaya membangun kembali kapasitas industri pertahanan dan teknologi dalam negeri.
Fokus pada Skenario Konflik Taiwan
Kekhawatiran terhadap kemungkinan konflik di Indo-Pasifik menjadi salah satu pendorong utama program ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Drone-Amerika-Low-Cost-Uncrewed-Combat-Attack-System-LUCAS.jpg)