Iran Vs Amerika Memanas
Trump: Iran Boleh Memperkaya Uranium, tapi Bukan untuk Militer
Presiden AS Donald Trump mengatakan AS boleh memperkaya uranium tapi bukan untuk tujuan militer, setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan.
Salah satu poin terpenting dalam kesepakatan tersebut adalah soal program nuklir Iran.
Trump menyatakan Iran tetap diperbolehkan memperkaya uranium untuk tujuan sipil dan nonmiliter, seperti pembangkit listrik dan penelitian, tetapi tidak boleh menggunakannya untuk membuat senjata nuklir.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Amerika Serikat menginginkan mekanisme inspeksi internasional yang ketat guna memastikan Iran mematuhi komitmen tersebut, lapor EuroNews.
Di sisi lain, Iran menyatakan kesediaannya untuk tidak mengembangkan atau memiliki senjata nuklir.
Sebagai imbalannya, Teheran mengharapkan pencabutan sanksi ekonomi secara bertahap, pelonggaran embargo minyak, serta pencairan sebagian aset negara yang selama ini dibekukan di luar negeri.
Namun, rincian teknis mengenai pelaksanaan kebijakan tersebut masih akan dibahas dalam negosiasi lanjutan.
Baca juga: Selat Hormuz Dikabarkan akan Kembali Dibuka pada Jumat: Efek Kesepakatan Iran-AS
Kesepakatan juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional. Sebagai gantinya, Amerika Serikat akan menghentikan blokade laut terhadap Iran.
Langkah ini dianggap sangat penting karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia yang memengaruhi pasokan minyak global.
Meski kedua negara sepakat menempuh jalur damai, Washington tetap menegaskan bahwa opsi militer akan tetap tersedia apabila Iran melanggar atau menghambat pelaksanaan kesepakatan.
Dengan kata lain, perdamaian yang dicapai saat ini masih bersifat rapuh dan bergantung pada keberhasilan negosiasi lanjutan.
Selain itu, tidak semua pihak menyambut positif kesepakatan tersebut. Israel, khususnya pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyatakan keberatan terhadap beberapa poin yang disepakati. Salah satu isu yang paling menonjol adalah tuntutan penghentian konflik di Lebanon.
Pemerintah Israel menolak menarik pasukannya dari wilayah Lebanon selatan dengan alasan menjaga keamanan nasional dan mencegah ancaman dari Hezbollah yang selama ini dianggap mendapat dukungan dari Iran.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TRUUMP-345345.jpg)