Iran Vs Amerika Memanas
Kesepakatan Damai AS-Iran Diuji, Perang di Lapangan Berlanjut, Lebanon Diguncang Serangan Israel
Kesepakatan AS–Iran diuji di lapangan saat serangan Israel di Lebanon terus berlanjut dan memicu ketegangan regional baru.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Serangan udara Israel ke Lebanon selatan terus berlangsung meskipun terdapat kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dilansir Al Jazeera, gelombang serangan terbaru kembali menghantam beberapa wilayah sipil di Lebanon, termasuk Nabatieh dan Tyre, pada Rabu (17/6/2026) waktu setempat.
Situasi ini menunjukkan bahwa kesepakatan diplomatik di tingkat tinggi belum mampu menahan eskalasi di lapangan.
Drone dan Serangan Udara Hantam Nabatieh dan Tyre
Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), yang dikutip dari Anadolu Agency, drone Israel melancarkan sedikitnya tiga serangan di wilayah Tyre yang menyebabkan sejumlah orang terluka.
Baca juga: Israel Sendiri, Negara G7 Mulai Desak Gencatan Senjata di Lebanon, Trump Kritik Netanyahu
Serangan juga terjadi di distrik Bint Jbeil di wilayah Nabatieh, memperluas area terdampak.
Sehari sebelumnya, serangan udara di wilayah yang sama dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk akibat serangan drone terhadap kendaraan sipil.
Al Jazeera juga melaporkan adanya serangan udara tambahan di pinggiran Kfar Tebnit, Nabatieh al-Fawqa, serta penembakan artileri di beberapa titik strategis di Lebanon selatan.
Hizbullah Balas Serangan, Konflik Semakin Meluas
Ketegangan meningkat setelah kelompok Hizbullah meluncurkan sedikitnya 10 roket ke arah posisi militer Israel di dekat Kfar Tebnit.
Sebagai balasan, militer Israel menyebut drone bermuatan bahan peledak menghantam posisi mereka di Lebanon selatan dan melukai beberapa tentara.
Insiden beruntun ini menunjukkan bahwa pertempuran di perbatasan masih aktif meski ada upaya diplomasi di tingkat internasional.
Kekerasan Menurun, Tapi Belum Berhenti
Baca juga: Para Pemimpin G7 Sambut Kesepakatan AS-Iran, Serukan Perdamaian di Lebanon
Koresponden Al Jazeera Zeina Khodr melaporkan dari Beirut bahwa intensitas kekerasan memang sedikit menurun sejak pengumuman kesepakatan AS–Iran, namun serangan tetap terjadi.
Ia mengatakan situasi di lapangan masih sangat rapuh karena kedua pihak belum benar-benar menghentikan operasi militer.
“Serangan belum berhenti,” demikian laporan tersebut, yang juga menyebut adanya kekhawatiran warga sipil terhadap kembalinya konflik skala penuh.
Iran: Pelanggaran Israel Bisa Picu Respons Keras
Di sisi lain, pejabat Iran memperingatkan bahwa serangan Israel di Lebanon selatan berulang kali dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan kerangka damai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/israelvslebanon1.jpg)