5 Populer Internasional: Kanada Puji Kesepakatan AS-Iran - Hubungan AS dan Israel Makin Remuk
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya hubungan Amerika Serikat (AS) dan Israel saat ini berada di titik nadir.
Ringkasan Berita:
- Kesepakatan Amerika Serikat dan Iran dipuji Perdana Menteri Kanada Mark Carney sebagai pengubah permainan yang membuka gencatan senjata serta jalur diplomasi baru.
- Perjanjian itu memberi peluang Iran memperoleh insentif ekonomi besar, termasuk dana rekonstruksi senilai Rp5 kuadriliun.
- Sementara itu, hubungan AS–Israel makin memburuk akibat langkah Washington berdamai dengan Iran, diperparah oleh serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
TRIBUNNEWS.COM - Beragam peristiwa penting mewarnai pemberitaan dunia dalam 24 jam terakhir.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengatakan ia melihat kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sebagai "pengubah permainan."
Sementara itu, hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel kini berada di titik nadir setelah Washington memutuskan untuk berdamai dengan Iran.
Berikut berita populer internasional selengkapnya.
1. Kesepakatan AS-Iran Dianggap Jadi 'Pengubah Permainan', PM Kanada: Melebihi Ekspektasi Saya
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengatakan ia melihat kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sebagai "pengubah permainan."
Kanada dan AS adalah sekutu dekat, mitra strategis, dan tetangga yang berbagi perbatasan darat.
Nota kesepahaman (MoU) ditandatangani antara AS dan Iran secara elektronik pada Minggu (14/6/2026).
Kesepakatan itu mencakup penghentian operasi militer di semua lini dan pembukaan kembali Selat Hormuz, sekaligus membuka jalan bagi pembicaraan tentang program nuklir Iran yang terkait dengan pencabutan sanksi.
Upacara penandatanganan dijadwalkan pada Jumat (19/6/2026) di Swiss.
Kesepakatan tersebut, yang belum dirilis secara publik, menguraikan gencatan senjata awal dan menyerukan pencabutan segera blokade angkatan laut di Selat Hormuz.
"Harus saya akui, ini melebihi ekspektasi saya. Kami sangat senang dengan kesepakatan yang telah tercapai," kata Carney di sela-sela KTT G7 di Prancis, Selasa (16/6/2026), dilansir Anadolu Agency.
"Yah, saya sudah melihat perjanjiannya. Kami punya sumber informasi, sama seperti Anda," kata Carney, ketika ditanya apakah Presiden Donald Trump menunjukkan kesepakatan itu kepadanya.
"Ini adalah jangka waktu yang wajar untuk sebuah kesepakatan, yang telah berlaku. Ini adalah penghentian permusuhan. Ini adalah gencatan senjata untuk periode 60 hari itu."
"Jadi, saya pikir ini terstruktur dengan baik dari perspektif kami. Sekali lagi, ini terstruktur dengan baik. Saya sebenarnya berpikir, ya, saya pikir ini akan mengubah segalanya," papar Carney.