Iran Vs Amerika Memanas
Trump dan Pezeshkian Tandatangani Perjanjian AS-Iran, Kini Resmi Berlaku
Trump dan Pezeshkian resmi menandatangani nota kesepahaman sebagai dasar untuk negosiasi mengakhiri perang, membatalkan pertemuan di Swiss.
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian resmi menandatangani nota kesepahaman damai yang mulai berlaku pada 17 Juni 2026.
- Kesepakatan itu mencakup penghentian operasi militer, negosiasi lanjutan selama 60 hari, serta komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
- Sebagai imbalannya, AS akan melonggarkan sanksi, membuka akses ekspor minyak Iran, dan mendukung pemulihan ekonomi negara tersebut.
- Iran menegaskan Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani perjanjian dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Informasi tersebut disampaikan oleh seorang pejabat AS kepada AFP setelah Axios melaporkan penandatanganan itu terjadi saat Trump makan malam dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Perjanjian itu kini berlaku sejak ditandatangani pada Rabu, 17 Juni 2026, menurut laporan pejabat itu.
“Dapat saya konfirmasi penandatanganannya,” kata pejabat itu ketika ditanya tentang laporan bahwa Trump secara pribadi menandatangani salinan tersebut saat makan malam dengan Macron di Istana Versailles, Paris, setelah KTT G7, Rabu (17/6/2026).
Seorang pejabat AS menjelaskan Trump dan Pezeshkian menandatangani memo itu setelah ditandatangani pertama kali secara digital oleh Wakil Presiden AS JD Vance dan kepala negosiator Iran Mohammad Baqer Qalibaf, yang disaksikan Trump, pada hari Minggu (14/6/2026).
Iran Membenarkan Berita Penandatanganan Nota Kesepahaman
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei.
“Teks Nota Kesepahaman Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden — sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut,” kata Esmail Baghaei, seperti dikutip oleh kantor berita negara IRNA, Rabu (17/6/2026).
Meski telah ditandatangani, Esmail Baghaei menegaskan delegasi negosiasi harus pergi ke Swiss, negara yang direncanakan sebagai tempat penandatanganan.
Ia mengatakan upacara penandatanganan yang dijadwalkan di Swiss pada hari Jumat, 19 Juni 2026 telah dibatalkan.
Pada hari yang sama, IRNA menerbitkan foto Presiden Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman dengan AS.
Baca juga: Perdamaian AS-Iran di Depan Mata, Peta Sikap Negara-Negara Teluk terhadap Teheran
Iran: Ini Kekalahan AS
Sementara itu, kepala negosiator Iran, Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan perjanjian itu adalah bukti kegagalan AS.
“Perjanjian ini adalah catatan kegagalan AS. Orang-orang akan melihatnya dan menilai,” katanya, Rabu (17/6/2026).
Ia menegaskan kembali, Iran akan mengenakan biaya kepada kapal yang melintasi Selat Hormuz setelah masa bebas biaya selama 60 hari sesuai nota kesepahaman dengan AS.
"Selat Hormuz tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang. Iran memiliki hak kedaulatan atas Selat Hormuz dan tentu saja kami akan menerima bayaran untuk jasa kami,” tegasnya, lapor Al Arabiya.
Isi Kesepakatan AS-Iran
Dalam kesepakatan awal tersebut, kedua negara sepakat untuk segera menghentikan seluruh operasi militer dan berjanji tidak akan melancarkan serangan baru satu sama lain, termasuk di wilayah Lebanon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/truump-p3z3shki4n-34werewsdf.jpg)