Hj Aspiah Jadikan Posyandu Tak Sekadar Tempat Menimbang
Kegiatan Posyandu yang hanya melakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan dan pemberian bubur kacang hijau, digebrak oleh Hj Aspiah.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Anita K Wardhani

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kegiatan rutinitas di Posyandu yang hanya melakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan dan pemberian bubur kacang hijau, digebrak oleh
Hj Aspiah. Kader Posyandu di Muara Badak, Kalimantan Timur menyediakan waktu memberikan pengetahuan parenting yang benar kepada warga agar anak bisa Tumbuh, Aktif, dan Tanggap (TAT).
Pola Posyandu Peduli TAT ini pun mengantarkannya menjadi kader PKK terbaik nasional 2012. Aspiyah berhak mendapatkan hadiah yang diserahkan Ketua Umum Pengerak PKK Pusat Hj Vita Gamawan Fauzi di Jakarta, Kamis (18/10/2012). Ia juga mendapatkan uang tunai Rp 6,5 juta dari Nestle yang diserahkan Direktur Dairy Business PT Nestle, Jason Avancena.
Dalam acara pengumuman kemenangannya, Aspiah memberikan pengetahuan kilat bagaimana pola pengasuhan yang benar seperti yang diprektekkan di Posyandu binaannya khususnya untuk TAT (tumbuh aktif tanggap).
"Tumbuh berarti terjadinya perubahaan fisik, lingkar kepala dan gigi. Kalau ingin anak tubuh baik perlu diperhatikan kesehatan, pemberian imunasi lengkap serta memberikan asupan gizi sesuai dengan umur. Jadi jangan anak-anak dibiarkan tumbuh tanpa diperhatikan," tuturnya.
Terkait anak aktif, ia menilai bisa dikatakan aktif jika bisa beraktivitas sesuai dengan umurnya. Adapun cara memantau keaktifan adalah di usia bisa berjalan, anak harus bisa berjalan. Kalau memang tengah belajar berjalan, orangtua wajib membimbing agar bisa berjalan.
"Ada kecenderungan anak yang ingin aktif, seperti melompat-lompat, oranag tua jangan bilang jangan, enggak boleh. Itu akan menekan mental. Lebih baik ibu mengatakan kamu akan sakit kalau loncat," tuturnya.
Agar anak bisa Tanggap, jangan pernah sekalipun memanggil anak namanya atau memanggilnya dengan kamu, lebih baik sebut nama. Jadi bilang "Adek jangan gitu. Beri cium jauh juga mengasyikan," tuturnya.
Yang tidak kalah penting beri juga kasih sayang, perlakukan sesuai dengan umurnya. "Biarkan untuk mengetahui sesuatu yang baru. Misalnya kalau jauh memang jangan sampai jatuh," tutur mantan guru Taman Kanak Kanak.
Sementara disinggung mengenai hadiah Rp 6,5 juta karena prestasinya itu, Aspiah menyatakan, akan diggunakan untuk mengembangkan Posyandu apalagi memang terkadang kekurangan dana.
"Ya meski ada bantuan dari desa, kecamatan tapi tidak ada salahnya untuk posyandu sehingga makin optimal dalam memberikan pelayanan," tuturnya.
Hj Aspiyah Menjadikan Posyandu Tak Sekadar Tempat Pembagian Bubur
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kegiatan rutinitas di Posyandu yang hanya melakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan dan pemberian bubur kacang hijau, digebrak oleh
Hj Aspiah. Kkader Posyandu di Muara Badak, Kalimantan Timur menyediakan waktu memberikan pengetahuan parenting yang benar kepada warga agar anak bisa Tumbuh, Aktif, dan Tanggap (TAT).
Pola Posyandu Peduli TAT ini pun mengantarkannya menjadi kader PKK terbaik nasional 2012. Aspiyah berhak mendapatkan hadiah yang diserahkan Ketua Umum Pengerak PKK Pusat Hj Vita Gamawan Fauzi di Jakarta, Kamis (18/10/2012). Ia juga mendapatkan uang tunai Rp 6,5 juta dari Nestle yang diserahkan Direktur Dairy Business PT Nestle, Jason Avancena.
Dalam acara pengumuman kemenangannya, Aspiah memberikan pengetahuan kilat bagaimana pola pengasuhan yang benar seperti yang diprektekkan di Posyandu binaannya khususnya untuk TAT (tumbuh aktif tanggap).
"Tumbuh berarti terjadinya perubahaan fisik, lingkar kepala dan gigi. Kalau ingin anak tubuh baik perlu diperhatikan kesehatan, pemberian imunasi lengkap serta memberikan asupan gizi sesuai dengan umur. Jadi jangan anak-anak dibiarkan tumbuh tanpa diperhatikan," tuturnya.