Aksi Warga Kendeng

Petani Kendeng Ramai-ramai Cor Kaki Pakai Semen, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan

Sejak Senin (13/3/2017) lalu petani dari kawasan Pegunungan Kendeng melakukan unjuk rasa mencor kaki dengan semen di depan Istana Negara.

Petani Kendeng Ramai-ramai Cor Kaki Pakai Semen, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah petani dari Pegunungan Kendeng bersama sejumlah aktivis melakukan aksi memasung kaki dengan semen di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/3/2017). Aksi memasung kaki dengan semen yang telah berlangsung 8 hari terus dilakukan Petani Pegunungan Kendeng dan jumlahnya semakin bertambah menjadi 50 orang ditambah 10 aktivis dengan tujuan meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menghentikan izin lingkungan Pembangunan dan Pertambangan Pabrik PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak Senin (13/3/2017) lalu petani dari kawasan Pegunungan Kendeng melakukan unjuk rasa mencor kaki dengan semen di depan Istana Negara.

Para petani Kendeng itu memprotes izin lingkungan baru yang ditandatangani oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dengan terbitnya izin tersebut kegiatan penambangan karst PT Semen Indonesia di Rembang masih tetap berjalan.

Aksi yang sama pernah dilakukan oleh sembilan petani perempuan di depan Istana Negara pada April 2016.

Baca: Ini Dugaan Penyebab Meninggalnya Warga Kendeng yang Ikut Aksi Cor Kaki

Di luar masalah maksud aksi yang dilakukan oleh para petani Rembang, jika ditinjau dari sisi ilmu kesehatan, menyemen kaki berpotensi merusak kaki itu sendiri.

"Jika semennya memang benar-benar menekan kaki, itu berpotensi menyebabkan compartment syndrome atau sindrom kompartemen karena saraf dan aliran darah tertekan," kata dokter M. Adib Khumaidi, SpOT, spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi di RS Sari Asih Karawaci pada Kompas.com.

Sindrom kompartemen terjadi ketika tekanan berlebihan menumpuk di dalam ruang otot tertutup di dalam tubuh.

Biasanya, sindrom kompartemen adalah hasil dari pendarahan atau pembengkakan setelah cedera. Tekanan tinggi yang berbahaya pada sindrom kompartemen, menghambat aliran darah ke dan dari jaringan yang terkena.

Sindrom kompartemen adalah kondisi darurat, yang membutuhkan pembedahan dengan segera untuk mencegah cedera permanen.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved