Apa Iya Minum Teh Setelah Makan Bukan Kebiasaan Sehat? Ini Penjelasannya

Minum teh merupakan hal yang lazim dilakukan. Bahkan tak sedikit orang yang memilih minum teh setelah makan, baik ri rumah, warung, atau restoran.

Apa Iya Minum Teh Setelah Makan Bukan Kebiasaan Sehat? Ini Penjelasannya
greenoverdose
Minum teh hijau. 

TRIBUNNEWS.COM - Minum teh merupakan hal yang lazim dilakukan. Bahkan tak sedikit orang yang memilih minum teh setelah makan, baik di rumah, warung makan, atau restoran.

Segelas teh manis memang akan terasa menyegarkan setelah kita menyantap jenis makanan apa pun.

Akan tetapi, di balik semua kenikmatan tersebut, ternyata minum teh setelah makan menyimpan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Alasan tidak boleh minum teh setelah makan

Mengonsumsi teh memang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.

Sejumlah penelitian mengemukakan bahwa kandungan antioksidan dan polifenol di dalam teh dapat mengurangi risiko berbagai macam penyakit, di antaranya tekanan darah tinggi, penyakit hati (liver), serangan jantung, stroke, diabetes, hingga kanker.

Meski demikian, kebiasaan minum teh saat makan atau setelah makan bukan hal yang baik karena dapat memberikan dampak kurang sehat.

Alasannya, teh mengandung tanin dan polifenol (senyawa fenolik) yang dapat mengganggu penyerapan zat besi.

Akibatnya, jika kita sering sekali mengonsumsi teh, maka risiko kekurangan zat besi dalam tubuh pun meningkat.

Semakin kuat cita rasa tehnya maka semakin besar efek teh untuk mengikat zat besi di dalam usus.

Baca: 4 Manfaat Mengkonsumsi Daun Jambu Biji, Kendalikan Diabetes hingga Menurunkan Kolesterol

Baca: Kurangnya Aktivitas Fisik Memicu Penyakit Tidak Menular

Baca: Tablet Tambah Darah Bantu Penuhi Gizi Ibu Hamil yang Mengalami Anemia

Halaman
123
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved