Virus Corona

POPULER Virus Corona Tidak Masuk ke Indonesia, WHO & Ahli Harvard Justru Cemas

Corona tak jangkiti Indonesia buat WHO hingga ahli Harvard bingung, cemaskan hal ini terjadi.

POPULER Virus Corona Tidak Masuk ke Indonesia, WHO & Ahli Harvard Justru Cemas
Hubei Daily
Pasien laki-laki positif virus corona tengah asyik membaca buku saat dirawat. (Hubei Daily) 

WNI di Singapura Positif Virus Corona

Sementara itu, sebelumnya seorang WNI di Singapura dilaporkan positif tertular virus corona.

Seorang wanita asal Indonesia yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga di Singapura positif terpapar virus corona jenis baru (2019-nCoV).

Wanita berusia 44 tahun itu diketahui menjadi kasus ke-21 yang ditangani otoritas kesehatan negara itu.

Secara keseluruhan, sudah ada 24 kasus positif virus corona jenis baru di negara tersebut.

Berikut sejumlah fakta sementara yang berhasil dikumpulkan Kompas.com terkait hal ini:

1. Kasus WNI pertama positif virus corona

Para pengunjung mengenakan masker pelindung wajah di kawasan Marina Bay di Singapura, Sabtu, (26/1/2020), menyusul temuan warga diduga terinfeksi virus corona di negara itu. Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkan terdampak virus corona yang dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China.
Para pengunjung mengenakan masker pelindung wajah di kawasan Marina Bay di Singapura, Sabtu, (26/1/2020), menyusul temuan warga diduga terinfeksi virus corona di negara itu. Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkan terdampak virus corona yang dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China. (AFP/ROSLAN RAHMAN)

Kementerian Kesehatan Singapura (MoH) mengumumkan hal ini pertama kali pada Selasa (4/2/2020) siang, sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Disebutkan, MoH mengonfirmasi enam kasus baru terkait virus corona di Singapura.

Empat di antaranya terjadi lantaran penularan dari manusia ke manusia.

Salah satunya adalah kasus yang menimpa WNI tersebut, yang sekaligus menjadi kasus pertama yang menimpa WNI.

Sebelumnya, otoritas kesehatan Singapura itu telah mengumumkan 18 orang positif virus corona.

2. Terpapar setelah bersentuhan dengan majikan

Wanita yang tak disebutkan namanya ini diketahui bekerja kepada seorang perempuan berkewarganegaraan Singapura berusia 28 tahun di Jalan Bukit Merah.

Otoritas kesehatan Singapura menyebut penularan virus 2019-nCoV terhadapnya terjadi setelah adanya kontak dekat dengan transmisi lokal.

Sebelumnya, ada tiga kasus transmisi lokal yang terpapar virus setelah melakukan kontak dengan turis asal China.

Majikan dari wanita ini diketahui bekerja di Yong Thai Hang, sebuah toko yang menjual produk kesehatan di 24 Cavan Road, yang kerap melayani penjualan kepada wisatawan asal China.

Pada 29 Januari, ia mengaku sakit tenggorokan dan demam serta mencari perawatan di klinik dokter umum pada hari yang sama.

Sehari kemudian, ia pergi ke instalasi gawat darurat di Rumah Sakit Tan Tock Seng. Namun, ia kembali pulang setelah hasil rontgen menyatakan dirinya negatif pneumonia.

Setelah itu, sejak 31 Januari hingga 2 Februari, ia mengaku tak meninggalkan rumah.

Namun pada Senin (3/2/2020), ia pergi ke Singapore General Hospital (SGH) dan didiagnosa mengidap pneumonia serta diklasifikasikan sebagai kasus yang dicurigai dan diisolasi.

Malam harinya sekitar pukul 23.00 waktu setempat, ia dinyatakan positif 2019-nCoV.

Adapun WNI yang diketahui melakukan kontak dengan majikannya, melaporkan mulai timbul gejala pada 2 Februari.

Setelah itu, ia sempat mendapat perawatan di instalasi gawat darurat SGH pada 3 Februari.

Setelah menjalani serangkaian tes, pada Selasa (4/2/2020) siang ia dinyatakan positif virus corona.

3. Tidak pernah pergi ke China

WNI ini diketahui tidak pernah pergi ke China. Bahkan, sejak wabah virus corona mulai mencuat, ia dilaporkan hanya berdiam diri di rumah majikannya.

Diduga, virus corona menyebar melalui majikannya yang sebelumnya telah terpapar virus tersebut.

4. Sudah diisolasi

Sejak 3 Februari 2020, WNI tersebut telah mendapatkan perawatan di SGH setelah sebelumnya mengeluhkan sejumlah gejala.

Awalnya, ia dirawat di instalasi gawat darurat SGH.

Namun, setelah hasil tes menyatakan bahwa dirinya positif virus corona pada 4 Februari, kini ia tengah diisolasi di rumah sakit tersebut untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

5. KBRI minta waspada

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura telah mendapatkan konfirmasi lisan dari MoH terkait informasi ini.

Namun dikarenakan Personal Data Protection Act, identitas WNI tersebut belum dapat disampaikan.

Saat ini, KBRI Singapura terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang terkait penanganan hal tersebut.

KBRI juga mengimbau kepada seluruh WNI di Singapura untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan sekitar tetap bersih. (Kompas.com/ Dani Prabowo/ Kristian Erdianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fakta WNI di Singapura yang Positif Virus Corona"

Artikel ini telah tayang di Tribunmataram.com dengan judul POPULER WHO & Ahli Harvard Bingung Corona Tak Jangkiti Indonesia, Cemaskan Jika Ini yang Terjadi, https://mataram.tribunnews.com/2020/02/12/populer-who-ahli-harvard-bingung-corona-tak-jangkiti-indonesia-cemaskan-jika-ini-yang-terjadi?page=all.
Penulis: Salma Fenty
Editor: Salma Fenty Irlanda

Editor: Tiara Shelavie
Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved