Sabtu, 30 Agustus 2025

Virus Corona

Obatnya Belum Ada, Bagaimana Penanganan yang Diperoleh Pasien Terjangkit Virus Corona?

Pasien yang dinyatakan positif terjangkit virus corona diisolasi di beberapa rumah sakit yang ditunjuk untuk menangani wabah ini.

Editor: Willem Jonata
Freepik
ILUSTRASI Batuk/virus corona: Cerita Pasien Virus Corona sebelum Akhirnya Sembuh: 'Batuk-batuk Seperti Mau Mati' 

TRIBUNNEWS.COM - Pasien terjangkit virus corona (Covid-19) bertambah di Indonesia seperti yang dilaporkan oleh Juru bicara penanganan virus corona Achmad Yurianto, Minggu (15/3/2020).

Penambahan itu seiring adanya 21 kasus baru. Sembilan belas di antaranya di Jakarta. Sementara dua lainnya di Jawa Tengah.

Total pasien positif terjangkit virus corona, yakni 117 orang.

Semua pasien tersebut sudah diisolasi di beberapa rumah sakit yang ditunjuk untuk menangani wabah ini.

Meski begitu, hingga saat ini, belum ada obat dan terapi coronavirus secara khusus yang bisa diberikan.

Lalu, apa tindakan yang akan dilakukan dokter untuk merawat para pasien?

Bentuk virus Corona di mikroskop
Bentuk virus Corona di mikroskop (Sumber: NIAID-RML via Bloomberg)

Belum lama ini beredar pemberitaan yang menyatakan bahwa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tidak menerima obat apa pun.

Banyak orang bertanya-tanya, mengapa tidak diberi obat?

Jawabannya sebenarnya sederhana. Sebab, hingga saat ini, belum ada obat ataupun vaksin yang efektif mengatasi infeksi virus corona jenis ini.

Baca: BMKG Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Besok 16 Maret 2020, 9 Wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat

Covid-19 adalah penyakit baru. Jadi, hingga saat ini, penelitian masih terus dilakukan agar obat dan vaksin bisa segera tercipta.

Tidak sedikit orang yang naik pitam begitu membaca berita yang menyatakan bahwa pasien yang positif terinfeksi corona tidak mendapatkan obat apa pun.

Namun, benarkah kenyataannya demikian? Sebaiknya, saring dahulu informasi tersebut baik-baik dan lebih memahami lagi situasi serta konteks dari penyakit ini.

Di beberapa negara dengan angka infeksi Covid-19 nya tinggi, tidak semua orang yang positif terinfeksi kemudian diisolasi di rumah sakit.

Sebab, negara-negara tersebut juga memberlakukan home quarantine atau karantina di rumah bagi pasien yang infeksinya ringan.

Isolasi di rumah sakit diberlakukan bagi pasien yang berisiko mengalami peningkatan keparahan gejala penyakit secara cepat.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan