Virus Corona
Obatnya Belum Ada, Bagaimana Penanganan yang Diperoleh Pasien Terjangkit Virus Corona?
Pasien yang dinyatakan positif terjangkit virus corona diisolasi di beberapa rumah sakit yang ditunjuk untuk menangani wabah ini.
Editor:
Willem Jonata
Setelah diisolasi di rumah sakit, beberapa pasien pun diizinkan untuk pulang dan diinstruksikan untuk segera kembali ke rumah sakit apabila kondisinya memburuk.
Namun, kebijakan tersebut sejauh ini belum diberlakukan di Indonesia. Di sini, semua pasien yang positif terinfeksi virus corona, baik dengan level ringan, sedang, maupun berat, akan langsung masuk ruang isolasi di rumah sakit.
Menurut medical editor dari SehatQ, dr Karlina Lestari, pengobatan yang diterima pasien positif virus corona bisa berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan dan gejala yang muncul di pasien tersebut.
Baca: Beri Anggaran Khusus Tangani Covid-19, Jokowi: Corona Perlambat Ekonomi
Baca: Cara Mudah Membuat Hand Sanitizer di Rumah untuk Cegah Virus Corona
“Jadi, pasien yang demam akan mendapat obat demam. Lalu, pasien yang batuk akan menerima obat batuk dan obat-obatan lainnya jika memang diperlukan, menyesuaikan kondisi pasien,” ujarnya.
Dr Karlina menambahkan, selama dirawat di rumah sakit, pasien yang positif virus corona juga akan menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Baca: Soal Wacana Ahok Jadi Bos Ibu Kota Baru, Tjipta Lesmana: Ada yang Bisikin Jokowi Hati-hati Pak
Dengan demikian, tim dokter dapat mengetahui kemungkinan penyakit penyerta pada tubuh pasien, seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit paru lainnya, seperti TBC.
Sementara itu, pada kasus yang parah, dokter akan melakukan pemantauan intensif, memberi terapi cairan atau infus, dan oksigen tambahan sesuai dengan kondisi pasien.
Jika pasien mengalami gagal napas, maka tim dokter akan melakukan intubasi atau pemasangan alat bantu napas.
“Karena saat ini belum ada penelitian atau bukti seputar langkah perawatan untuk kasus Covid-19 secara spesifik, jadi perawatan yang diberikan lebih pada usaha untuk meredakan gejalanya, serta meningkatkan sistem imun atau daya tahan tubuhnya" ungkapnya.
Dr Karlina mengungkapkan bahwa pada pasien yang infeksinya sudah mereda, maka dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan berupa foto rontgen dada atau rontgen toraks sebagai penilaian akhir perkembangan penyakit tersebut.
Seperti banyak penyakit lainnya, infeksi virus corona juga bisa menyebabkan komplikasi. Sejauh ini, komplikasi paling serius dari penyakit ini adalah novel coronavirus-infected pneumonia (NCIP).
Ini adalah satu-satunya komplikasi yang secara spesifik muncul akibat infeksi Covid-19.
Penelitian terbaru dilakukan pada 138 pasien yang mendapatkan perawatan di rumah sakit di Wuhan, Tiongkok, akibat NCIP.
Sebanyak 26 persen di antaranya berada dalam kondisi parah.
Akibatnya, mereka harus dirawat di ruang intensive care unit (ICU). Dari 26 persen pasien yang kondisinya parah dan dirawat di ICU, sebanyak 4,3 persen di antaranya meninggal dunia akibat pneumonia tipe ini.