Breaking News:

Tips Atasi Anak di Atas Dua Tahun yang Lebih Pilih ASI Daripada Makanan Utama

Saat sudah mengonsumsi susu formula baik itu yang bubuk atau UHT perhatikan juga porsinya jangan sampai dikonsumi berlebihan

freepik
Ilustrasi menu MPASI untuk bayi 12 bulan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Seperti yang banyak diketahui Air Susu Ibu (ASI) menjadi sumber utama makanan anak usia nol sampai enam bulan.

Memasuki usia enam bulan hingga dua tahun selain ASI anak sudah boleh mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI) seiring dengan bertambahanya asupan makanan yang dibutuhkan anak.

Nah setelah usia dua tahun, sumber nutrisi anak sudah full dari makanan yang dikonsumsi tiga kali sehari dan bisa juga dengan tambahan susu formula.

Lalu bagaimana kalau sudah usia dua tahun anak masih ketagihan ASI? Bahkan lebih sering minta ASI dari pada makan?

Dokter Spesialis Anak dr Septina Ayu Samsiati menyebutkan dalam kondisi tersebut ketegasan orang tua khususnya ibu sangat diperlukan.

Ibu disarankan untuk tidak menyodorkan ASI saat waktu makan sehingga anak mengerti kalau lapar yang dibutuhkan adalah makanan bukan ASI.

Baca: Dokter Spesialis Anak: Air Tajin Tidak Bisa Gantikan Fungsi ASI

Baca: Ilmuwan Rusia: Protein Kambing dan ASI Bisa Jadi Kunci Perangi Covid-19

"Usia dua tahun makanan utamanya ya makananannya, kalau anak kurang makan lebih banyak ASI jangan disodorkan ASI sering-sering, dotnya juga dijauhin," kata dr. Septina saat live bersama Entrakid, Senin (8/6/2020).

Kemudian di jam-jam biasa anak mengonsumsi ASI pada anak usia dua tahun mulai diganti dengan susu formula atau camilan agar terbiasa meninggalkan ASI.

"Diberi pengganti ASI, jadi dia gak harus ASI per dua jam bisa dengan snack, bisa sus formula sebagai selingan. ASI bukan yang utama lagi," ungkap dr. Septina.

Saat sudah mengonsumsi susu formula baik itu yang bubuk atau UHT perhatikan juga porsinya jangan sampai dikonsumi berlebihan karena gampang membuat anak kelebihan berat badan.

Imbangi juga dengan aktivitas fisik sehingga anak tidak kelebihan gula dan lemak yang menjadi faktor pendukung anak jadi obesitas.

"Kalori susu formula itu tinggi takutnya kalorinya tinggi, takutnya overweight. Tetap dipantau grafik pertumbuhannya, kalau dilihat over kurangin asupanya atau tingkatkan aktivitasnya," pungkas dr. Septina.

Berita Populer
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved