Minggu, 31 Agustus 2025

Menjawab Kemungkinan Penderita Stroke Bisa Sembuh dan Hidup Normal

Stroke atau serangan otak merupakan penyebab kematian terbanyak di berbagai negara, selain penyakit jantung dan kanker.

Editor: Willem Jonata
Tribunnews.com
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Stroke atau serangan otak merupakan penyebab kematian terbanyak di berbagai negara, selain penyakit jantung dan kanker.

Stroke juga merupakan faktor utama penyebab kecacatan serius.

Namun, karena tidak mengetahui atau lalai dalam menghindari berbagai faktor risiko serangan, beberapa orang terpaksa harus menerima konsekuensi menderita penyakit stroke.

Bagi kita yang mengalami stroke atau memiliki anggota keluarga yang menderita stroke, kemudian akan bertanya-tanya, apakah penderita stroke bisa kembali pulih dan hidup normal?

Harapan hidup dan kesembuhan penderita stroke

dr. J.B. Suharjo B. Cahyono, Sp.PD, dalam bukunya Gaya Hidup & Penyakit Modern (2008), menjelaskan pada stroke iskemik, harapan untuk hidup lebih kurang sekitar 80 persen, sedangkan pada stroke hemoragik sekitar 50 persen.

Stroke iskemik adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan.

Baca: Terapkan Gaya Hidup Sehat Turunkan Risiko Terserang Stroke

Sementara itu, stroke hemoragik adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat pecahnya pembuluh darah.

Stroke hemoragik juga dikenal sebagai stroke perdarahan.

ilustrasi stroke
ilustrasi stroke (net)

Menurut dr. J.B. Suharjo, di antara penderita stroke yang dapat diselamatkan, separuhnya secara fungsional dapat pulih kembali dan separuhnya lagi akan hidup dengan kecacatan berupa kelumpuhan.

Namun, proses pemulihan penderita stroke rata-rata memerlukan waktu yang lama.

Pada bulan pertama setelah stroke, proses pemulihan berjalan agak cepat, tetapi setelah 3-6 bulan kemudian proses ini melambat dan setelah lebih dari 1-2 tahun akan menetap.

Meski demikian, ada juga penderita stroke yang dalam beberapa jam, hari, atau bulan pulih secara memuaskan.

Baca: 7 Manfaat Buah Kurma Bagi Kesehatan: Mengurangi Hipertensi hingga Turunkan Risiko Stroke

Proses pemulihan ini dapat berbeda-beda pada setiap penderita stroke.

Faktor yang memengaruhi proses pemulihan antara lain adalah derajat dan percepatan pemulihan setelah stroke, yang bergantung pada:

  • Luas dan lokasi kerusakan di otak
  • Tipe stroke, yakni iskemik atau stroke hemoragik
  • Motovasi penderita untuk sembuh
  • Tidak cepat putus asa
  • Respons dan reaksi pengobatan masing-masing individu terhadap obat yang diberikan

Dokter spesialis saraf, dr. Nurdjaman Nurimaba, Sp.S (K), dalam buku Stroke Bukan Akhir Segalanya (2011) karya Dewi Pandji, juga mengungkap penderita stroke bisa sembuh.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan