Breaking News:

Virus Corona

Studi Terbaru: Herd Immunity Mungkin Tak Akan Bisa Tercapai, Antibodi Hilang dalam Beberapa Minggu

herd immunity mungkin tidak akan bisa tercapai karena antibodi dalam beberapa pasien Covid-19 yang sudah sembuh hanya bertahan selama beberapa minggu

Freepik
herd immunity mungkin tidak akan bisa tercapai karena antibodi dalam beberapa pasien Covid-19 yang sudah sembuh hanya bertahan selama beberapa minggu 

TRIBUNNEWS.COM - Hasil studi terbaru mengungkapkan herd immunity mungkin tidak akan bisa tercapai karena antibodi dalam beberapa pasien Covid-19 yang sudah sembuh hanya bertahan selama beberapa minggu saja.

Studi tersebut dilakukan oleh tim peneliti di Spanyol dan dipublikasikan dalam jurnal medis The Lancet pada 6 Juli 2020.

Dilansir Business Insider, pemerintah Spanyol bekerja sama dengan beberapa epidemiologis top untuk mengetahui berapa persentase populasi yang mengembangkan antibodi agar bisa menyediakan imunitas kelompok dari virus corona.

Studi mengungkapkan, hanya 5 persen dari yang dites di seluruh negeri yang tetap memiliki antibodi.

Baca: Jubir Presiden: Apakah Pemerintah Pakai Cara Herd Immunity? Tentu Tidak

Baca: Dokter Anak Tolak New Normal dan Peringatkan Herd Immunity di Sekolah: 1 Juta Anak Bisa Meninggal

Ilustrasi virus corona. Herd immunity adalah kondisi ketika sebagian besar kelompok atau populasi manusia kebal terhadap suatu penyakit karena sudah pernah terpapar dan sembuh dari penyakit tersebut.
Ilustrasi virus corona (Pixabay/Tumisu)

Studi ini juga menemukan, 14 persen orang yang dites positif memiliki antibodi virus corona pada pengujian tahap pertama, tidak lagi memiliki antibodi pada tes yang dilakukan beberapa minggu kemudian.

"Kekebalan bisa tidak lengkap, bisa sementara, bisa bertahan hanya untuk waktu yang singkat dan kemudian menghilang," ujar Raquel Yotti, direktur Institut Kesehatan Spanyol Carlos III, yang membantu melakukan penelitian tersebut.

Peneliti lain mengatakan, studi ini mengonfirmasi temuan di tempat lain, kekebalan terhadap virus mungkin tidak tahan lama pada orang yang hanya mengembangkan gejala ringan, atau tanpa gejala.

"Tidak ada gejala yang menunjukkan infeksi ringan, tidak pernah benar-benar membuat sistem kekebalan berjalan cukup baik untuk menghasilkan 'memori' imunologis," ungkap Ian Jones, profesor virologi di University of Reading.

Jones menambahkan, "Siapa pun yang dites positif memiliki antibodi seharusnya tidak dianggap terlindungi. Mereka mungkin saja terlindungi, tetapi tidak jelas."

Pendukung herd immunity berpendapat, dengan membiarkan sekitar 60 persen atau lebih populasi tertular virus corona, maka virus tidak akan datang lagi di masa depan.

Halaman
1234
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved