Breaking News:

Gejala Virus Ebola yang Mewabah di Afrika Barat, Diare, Muntah dan Pendarahan

Gejala yang dirasakan pasien jika positif virus Ebola, berupa sakit karena diare, muntah dan pendarahan.

CELLOU BINANI / AFP
Seorang petugas kesehatan berjalan menuju pasien yang menjalani karantina di pusat perawatan Nongo ebola di Conakry, Guinea pada 21 Agustus 2015. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, CONAKRY - Guinea mengumumkan wabah baru Ebola pada hari Minggu (14/2/2021) lalu.

Dikutip dari Reuters, sebanyak tiga orang meninggal dan empat positif Ebola, sejak wabah terburuk di dunia pertama terjadi pada 2013-2016.

Gejala yang dirasakan pasien jika positif virus Ebola, berupa sakit karena diare, muntah dan pendarahan.

Diketahui, Wabah Ebola 2013-2016 di Afrika Barat dimulai di Nzerekore. Saat itu setidaknya 11.300 orang meninggal dunia karena virus itu.

Baca juga: Wabah Ebola Mengintai, Saran Epidemiolog Cegah Potensi Muncul Wabah Baru, Perkuat Sistem Screening

Baca juga: Covid-19 Belum Usai, Muncul Ebola, Epidemiolog Ingatkan Ancaman Era Pandemi

Virus Ebola menyebabkan muntah dan diare parah dan menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh.

Penyakit Ebola memiliki tingkat kematian yang jauh lebih tinggi daripada Covid-19, tetapi tidak seperti virus corona, virus ini tidak ditularkan oleh pembawa asimtomatik atau tidak bergejala.

Kementerian mengatakan petugas kesehatan sedang mencoba melacak dan mengisolasi kontak kasus Ebola dan akan membuka pusat perawatan di Goueke.

Pihak berwenang juga telah meminta vaksin Ebola kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved