Breaking News:

Potensi Gangguan Mata Pada Penderita Diabetes

Puasa selama Ramadan telah teruji memberikan efek positif pada kesehatan. Namun, untuk penderita diabetes perlu berhati-hati.

Shutterstock
Dari tahun ke tahun, jumlah diabetesi di Indonesia semakin meningkat. 

Penyakit ini terjadi akibat tingginya kadar gula dalam tubuh yang tidak terkontrol secara berkepanjangan, sehingga merusak pembuluh darah pada retina dan jaringan-jaringan yang sensitif terhadap cahaya.

Penyakit ini terbagi menjadi dua tipe:

1. Nonproliferative diabetic retinopathy (NPDR)

Tahapan awal, terjadi sedikit kebocoran pada pembuluh darah.

2. Proliferative diabetic retinopathy (PDR)

Tahapan lebih lanjut, mulai tumbuh pembuluh darah baru di retina (neovaskularisasi) yang mudah pecah dan mengalami pendarahan. 

Berdasarkan Riskesdas 2018  prevalensi diabetes mencapai 8,5%, atau jauh meningkat dibandingkan temuan sebelumnya Riskesdas 2013 yang masih 6,9%.

Data Kementerian Kesehatan  memaparkan, pada tahun 2015, Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia untuk prevalensi penderita diabetes tertinggi di dunia dengan estimasi mencapai 10 juta orang.  Bahkan, diabetes (dengan komplikasi) menjadi penyebab kematian .

Untuk itu, penderita diabetes tetap bisa berpuasa dengan aman. Syaratnya, mereka harus terus berkonsultasi dengan dokter ahli agar kondisi penyakitnya terus terpantau.

Pengecekan tersebut untuk memastikan sejauh mana batas pengidap diabetes boleh berpuasa.

Halaman
123
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved