Kamis, 9 April 2026

Ragam Penyakit Flu, Identifikasi Penyebab, Gejala dan Terapi Herbalnya

Alternatif penggunaan bahan alami sangat berperan dapat membantu mengendalikan wabah pandemi virus terutama pada masa Covid-19

Pixabay
Jahe mengandung senyawa yang disebut gingerol dan shogaols. Para peneliti percaya bahwa senyawa tersebut berperan aktif. Beberapa studi menunjukkan jahe berkhasiat dalam terapi influenza. 

"Polyherbal bekerja memberikan efek sinergis berdasaekan jejaring dengan protein target," bebernya.

Berikut penjelasan dari masing-masing kandungan:

1. Zingiber officinale rhizome (Jahe)

Jahe mengandung senyawa yang disebut gingerol dan shogaols. Para peneliti percaya bahwa senyawa tersebut berperan aktif.

Beberapa studi menunjukkan jahe berkhasiat dalam terapi influenza.  Berikut rinciannya:

* Antibakteri

Sebuah studi menunjukkan efek antibakteri yang lebih tinggi daripada antibiotik terhadap Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes.

S. pyogenes adalah bakteri yang menyebabkan faringitis streptokokus, yang dikenal sebagai radang tenggorokan.

* Antivirus

Dalam studi jahe menunjukkan sifat antivirus. Pada hewan coba, peneliti juga menemukan efektif melawan rasa sakit dan demam. Jahe segar mungkin bermanfaat melawan virus pernapasan.

Sebuah studi menunjukkan bahwa jahe segar memiliki efek antivirus pada model infeksi pernapasan.

* Antiinflamasi. Dalam model laboratorium infeksi tenggorokan, jahe menunjukkan aktivitas anti-inflamasi.

Para peneliti menyarankan bahwa jahe dapat mengurangi faringitis, yaitu peradangan di bagian belakang tenggorokan.

* Antioksidan. Selain itu, penelitian laboratorium menemukan bahwa jahe memiliki efek antioksidan tertinggi.

Antioksidan membantu mencegah kerusakan sel akibat peradangan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved