Breaking News:

Virus Corona

Stok Menipis, PMI Dorong Warga untuk Donor Darah Bantu Sesama di Masa Pandemi

Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) menurun sementara permintaan tetap tinggi.

TRIBUNNEWS/Jeprima
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada sopir JakLingko yang diselenggarakan oleh PMI DKI Jakarta bekerja sama dengan Koperasi Wahana Kalpika (KWK) di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (14/9/2021). Sebanyak 800 sopir JakLingko KWKKetua Koperasi Wahana Kalpika H. Ramli vaksinasi COVID-19 sebagai upaya peningkatan pelayanan transportasi umum bagi masyarakat guna mencegah penyebaran COVID-19 baik pada pramudi maupun penumpang. Selain menggelar vaksinasi Covid-19 kegiatan tersebut juga mengadakan donor darah dan pemberian kacamata bagi Sopir JakLingko. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembatasan mobilitas dan kekhawatiran akan penularan virus corona menimbulkan berkurangnya jumlah pendonor darah
baik secara nasional maupun global jumlah pendonor darah berkurang.

Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) menurun sementara permintaan tetap tinggi.

Di tengah pandemi, darah tetap dibutuhkan untuk berbagai terapi penyakit. Selain untuk pasien yang membutuhkan darah secara rutin, hingga untuk perawatan yang tidak rutin seperti penyakit demam berdarah, kecelakaan, atau ibu melahirkan.

Data yang dihimpun PMI menunjukkan bila sebelumnya ketersediaan darah bisa untuk 4 hari namun sekarang hanya cukup untuk 2 hari.

Baca juga: Kemenlu RI Launching Pameran Rekam Jejak Diplomasi Perlindungan WNI Selama Pandemi Covid-19

Kepada Bidang Unit Donor Darah PMI Pusat, Linda Lukitari mengungkapkan, situasi donor darah sebelum dan setelah pandemi memang sangat berbeda.

Penyebab yang pertama adalah akses ke unit donor darah. Selain pendonor tidak lagi mendatangi unit donor darah, banyak perkantoran menjalankan Work From Home (bekerja dari rumah) dan kegiatan di fasilitas publik tidak berjalan seperti biasa, sehingga lokasi donor darah pun berkurang.

Mobil donor darah juga tidak dapat beroperasi seperti sebelum masa pandemi.

“Tahun 2021, hingga September ini stok darah memang belum bisa dibilang cukup, terutama di beberapa daerah dan golongan darah tertentu. Namun sudah cukup membaik, jika dibandingkan dengan situasi pada awal pandemi di 2021. Pada saat itu, terjadi penurunan sampai sekitar 60%,” tutur Linda Dalam Dialog Virtual Kabar Kamis Siang FMB 9, Kamis (16/9/2021).

Guna mengatasi hal tersebut, PMI selalu memastikan penerapan protokol kesehatan ketat di lokasi pengambilan donor darah oleh para petugas, yang semua sudah divaksin.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved