Breaking News:

Yayasan Kanker Payudara Indonesia Gelar Webinar 'Kenali dan Hadapi Kanker Payudara'

Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dalam rangka bulan peduli kanker payudara internasional mengadakan virtual talkshow

Penulis: Toni Bramantoro
Dok. YKPI
Suasana webinar Yayasan Kanker Payudara Indonesia 'Kenali dan Hadapi Kanker Payudara' 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dalam rangka bulan peduli kanker payudara internasional mengadakan virtual talkshow mengenai Skrining dan Deteksi Dini dengan tema 'Kenali dan Hadapi Kanker Payudara' yang disampaikan oleh dr Bob Andinata, Sp.B(K)Onk, kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan BKOW Provinsi Sumatera Barat, BKOW Provinsi Lampung, Rumah Sakit Kanker Dharmais, PERABOI dan Instalasi Deteksi Dini Kanker dan Promosi Kesehatan RS Kanker Dharmais yang pesertanya berjumlah lebih dari 500 peserta.

Talkshow yang digelar Kamis (28/10/2021) di moderator oleh Dhini Aminarti, yang merupakan duta YKPI, seorang artis yang sangat peduli terhadap masalah kemanusiaan dalam hal ini kepeduliannya terhadap masalah kanker payudara,

Kegiatan hari ini dilakukan bertepatan di tanggal 28 Oktober, sebagai peringatan Sumpah Pemuda dimana kami berharap bahwa semangat para pemuda dan pemudi di tahun 1928 dapat terus kita kobarkan dan diteruskan kepada generasi penerus secara khusus, bila dikaitkan dengan kegiatan hari ini, mari kita kobarkan semangat untuk tetap sehat bagi diri kita, keluarga, komunitas dan generasi penerus bangsa, ajak Linda Agum Gumelar, Ketua YKPI.

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian yang tinggi di dunia dan di Indonesia. Berdasarkan Globocan 2020, dimana kejadian baru kanker payudara di dunia meningkat menjadi 19,2 juta dengan tingkat kematian sebanyak 9,9 juta, sementara kasus kanker payudara di seluruh dunia menempati urutan pertama kejadian kanker dengan sekitar 2,3 juta kasus baru dan 680 ribu kematian.

Di kawasan Asia Tenggara, terdapat 159 ribu kasus baru kanker payudara dengan tingkat kematian sebanyak hampir 59 ribu jiwa. Sementara di Indonesia sendiri, tingkat kasus baru kanker payudara mendekati 68 ribu dengan tingkat kematian lebih dari 22 ribu jiwa karena 70 persen datang dalam keadaan stadium lanjut.

Kejadian ini bisa terjadi karena berbagai hal apakah karena keterlambatan berobat dari sisi pasien [patient delay] atau keterlambatan dari penyedia layanan [provider delay], misalnya dari sisi tenaga medis, sarana dan prasarana, lanjut Linda Agum Gumelar.

Dengan mengenali apa dan bagaimana kanker payudara serta terapi apa saja yang harus dijalani akan memudahkan pasien dan keluarganya dalam menghadapi penyakit yang mayoritas menimpa kaum perempuan.

Diharapkan talkshow ini akan menambah pengetahuan tentang pentingnya skrining dan deteksi dini kanker payudara karena siapapun tidak akan siap mendapat vonis kanker payudara, kaget, panik, merasa umur tinggal sejengkal, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dalam kondisi seperti ini, pasien membutuhkan informasi dari sumber yang tepat, ujar Linda.

Diharapkan dengan mengetahui dan melakukan secara rutin skrining dalam bentuk SADARI dan SADANIS akan membantu untuk mencegah terjadinya kanker payudara stadium lanjut. Kami berharap melalui organisasi BKOW menjadi kepanjangan tangan untuk meneruskan informasi tentang pentingnya skrining dan deteksi dini kanker payudara kepada masyarakat luas khususnya kaum perempuan, lanjut Linda.

Ketua Umum BKOW Provinsi Sumatera Barat, dr. Fitria Amalia Audy, Sp.KK, M.Kes, untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan pengendalian kanker payudara di Sumatera Barat perlu adanya upaya massif yang dilakukan oleh semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat dan organisasi masyarakat seperti BKOW dan GOW.

BKOW dan GOW perlu mengkampanyekan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini kanker payudara dan mengajak semua pihak untuk menjalankan perannya masing-masing dalam mengurangi beban akibat penyakit kanker payudara. Sedangkan sub tema peringatan kanker sedunia tahun 2021 adalah ‘Together, all our action matter' bertujuan untuk mengingatkan, mendorong dan mengajak semua pihak terkait, melakukan kampanye perang melawan kanker, guna mengurangi beban akibat kanker payudara, serta melakukan upaya pencegahan dan penanganan kanker payudara. Pengendalian kanker payudara harus dilakukan secara terintegrasi dan menyeluruh melibatkan lintas program, lintas sektor, profesi, institusi, LSM, masyarakat dan swasta. Hampir 30% sampai 50% kanker dapat dicegah dengan hidup CERDIK.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved