Kenali Perbedaan Radang Tenggorokan yang Disebabkan Virus dan Bakteri

Kebanyakan orang yang mudah terkena radang adalah mereka yang memiliki alergi.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Adi Suhendi
Tribun lampung.co.id/yani
Ilustrasi radang tenggorokan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebanyakan orang yang mudah terkena radang adalah mereka yang memiliki alergi.

Hal tersebut terjadi karena daya tahan tubuhnya lebih rendah dari orang normal lainnya.

Hal ini diungkapkan dr Fita Moeslichan SpA dalam kanal YouTube Sonora FM.

Saat alergi kambuh, pernapasan normal pun terhambat.

Saat sulit bernafas, seseorang pun membiarkan mulut terbuka.

Pada saat itulah kuman dan virus masuk.

Amandel, berlaku sebagai gerbang pertahanan tubuh.

Amandel atau tonsil adalah organ kecil yang terletak di belakang tenggorokan.

Saat ada virus atau bakteri masuk, ia akan membesar.

Baca juga: Benarkah Sering Minum Es Picu Radang Tenggorokan pada Anak? Berikut Penjelasan Dokter

Jika tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan radang.

Menurut dia, ada perbedaan dalam penanganan radang yang disebabkan virus dengan bakteri.

Pada dasarnya, jika radang disebabkan virus, diharapkan bisa sembuh dengan sendirinya.

Tapi terkadang virus suka membuat kerusakan.

Bila penyembuhan tidak sempurna, kerusakan disebabkan virus tersebut dapat menjadi rumah bakteri.

"Virus bisa apa saja. mungkin saat ini yang rame influenza. Bisa sembuh sendiri. Kalau bakteri lebih membahayakan. Tidak bisa sembuh sendiri. Memerlukan antibiotik," ungkap dr Fita, Minggu (6/2/2022).

Namun, dr Fita pun mengingatkan agar jangan memberikan antibiotik kepada anak.

Baca juga: 10 Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan: Dapat Mengurangi Peradangan hingga Mencegah Kanker

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved