Penyakit Hepatitis

Sederet Studi yang Sebut SARS-CoV-2 Jadi Akar Munculnya Hepatitis Akut pada Anak

eberapa penelitian terbaru yang dilakukan para ahli mengacu pada keterlibatan virus corona pada munculnya hepatitis akut.

Freepik
Ilustrasi Covid-19 pada anak. Sederet Studi yang Sebut SARS-CoV-2 Jadi Akar Munculnya Hepatitis Akut pada Anak 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Beberapa penelitian terbaru yang dilakukan para ahli mengacu pada keterlibatan virus corona (Covid-19) dalam kemunculan penyakit hepatitis akut yang tidak dapat diketahui penyebabnya pada kelompok anak-anak.

Penelitian ini termasuk diantaranya memerlukan studi lebih lanjut untuk menguatkan temuan dan yang belum disertifikasi oleh peer review.

SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 dianggap berpotensi menjadi 'akar' munculnya hepatitis akut pada anak-anak.

Baca juga: Kasus Hepatitis Akut di AS Bertambah, Colorado Identifikasi 5 Kasus pada Anak-anak

Baca juga: Anak-Anak Indonesia Rawan Terjangkit Hepatitis Akut, Epidemiolog,Ungkap Alasannya

Para peneliti mengatakan bahwa rangkaian peristiwa yang mungkin dipicu oleh infeksi virus corona SARS-CoV-2, dapat menyebabkan kasus misterius hepatitis akut yang dilaporkan terjadi pada ratusan anak di seluruh dunia.

Dikutip dari laman Reuters, Selasa (17/5/2022), anak-anak yang pernah terinfeksi Covid-19 berada pada peningkatan risiko yang signifikan untuk mengalami disfungsi hati setelah pemulihan.

Dalam beberapa pekan terakhir, muncul sejumlah kasus hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya dan menyerang anak-anak.
Dalam beberapa pekan terakhir, muncul sejumlah kasus hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya dan menyerang anak-anak. (Newsdelivers)

Hal ini menurut sebuah laporan yang diposting di medRxiv pada Sabtu lalu sebelum peer review.

Kendati demikian, sebagian besar anak dengan hepatitis akut yang umumnya jarang terjadi pada kelompok usia tersebut, sebelumnya tidak melaporkan adanya infeksi SARS-CoV-2.

Sebaliknya, sebagian besar justru ditemukan terinfeksi adenovirus tipe 41F yang ternyata menyerang hati.

Tim peneliti secara terpisah menyampaikan dalam The Lancet Gastroenterology & Hepatology bahwa ada kemungkinan bahwa anak-anak yang terkena dampak ini sebelumnya hanya memiliki gejala ringan atau tanpa gejala Covid-19.

Mereka pun berteori bahwa jika itu benar, maka partikel virus corona yang tertinggal di saluran pencernaan pada anak-anak ini dapat memicu sistem kekebalan untuk bereaksi berlebihan terhadap adenovirus 41F, dengan protein inflamasi dalam jumlah tinggi yang pada akhirnya merusak hati.

"Kami menyarankan agar anak-anak dengan hepatitis akut diselidiki untuk keberadaan SARS-CoV-2 dalam tinja, serta untuk sinyal lain bahwa kerusakan hati terjadi karena protein lonjakan virus corona menjadi 'superantigen' yang membuat sistem kekebalan terlalu peka," tegas para peneliti.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved