Lansia Rentan Alami Kanker Darah, Sering Kali Tak Menunjukkan Gejala Spesifik

Pemahaman mengenai bahaya kanker darah untuk usia lanjut sangat diperlukan. Terlebih dengan adanya laju pertumbuhan lansia yang lebih cepat. 

Editor: Willem Jonata
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ilustrasi para lansia yang masih sehat di hari tuanya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan bahwa dunia harus bersiap menghadapi masyarakat yang menua. 

Hal ini dikarenakan 2015 dan 2050, proporsi populasi dunia di atas 60 tahun akan naik hampir dua kali lipat dari 12 % menjadi 22 % . 

Pada tahun 2030, 1 dari 6 orang di dunia akan berusia 60 tahun atau lebih. 

Jumlah orang berusia 80 tahun atau lebih diperkirakan tiga kali lipat antara tahun 2020 dan 2050 mencapai 426 juta. Cepatnya laju penuaan memunculkan satu tantangan besar.

Tantangannya, yaitu memastikan kesiapan sistem kesehatan dan sosial.  Penuaan merupakan dampak dari kerusakan molekul dan sel tubuh dari waktu ke waktu. Mengakibatkan peningkatan risiko penyakit dan kematian.  

Baca juga: 10 Tahun Lalu Jalani Pengobatan Inovatif untuk Leukemia, 2 Pasien Kanker Darah Dinyatakan Sembuh

Indonesia yang merupakan negara dengan populasi terbanyak keempat di dunia juga harus bersiap menghadapi naiknya jumlah penduduk berusia lanjut yang diperkirakan akan sebesar 11 % pada tahun 2035.  

Di sisi lain, menurut Riset Kesehatan Dasar Indonesia 2018, angka kematian di Indonesia didominasi oleh penyakit tidak menular (PTM). 

Diantaranya kanker, stroke, penyakit ginjal, penyakit sendi, DM, penyakit jantung, hipertensi, dan obesitas. PTM menunjukkan tren peningkatan dibandingkan laporan sebelumnya pada tahun 2013.

Namun, salah satu penyakit yang menyerang di usia lanjut adalah kanker darah. Seperti yang diketahui, darah menyumbang sekitar 8 % dari berat badan normal manusia. 

Dan berfungsi untuk memasok oksigen, nutrisi, hormon, dan antibodi ke seluruh tubuh.  Penyebab kanker disebabkan oleh disfungsi dalam pertumbuhan sel. 

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved