Mengapa Kehidupan 1.000 Hari Pertama Anak Begitu Penting?

Seringkali mendengar istilah pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan. Mengapa bisa demikian?

bbcgoodfood.com
Ilustrasi bayi sedang makan.Seringkali mendengar istilah pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan. Mengapa bisa demikian? 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Seringkali mendengar istilah pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan. Mengapa bisa demikian?

Disampaikan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan adalah fase kritis yang sangat menentukan masa depan manusia.

Kesehatan dan kecerdasan seorang anak dipengaruhi di fase ini. Karena itu pemberian asupan gizi optimal pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) mutlak diperlukan untuk menghindari stunting.

Baca juga: Menko PMK: Maksimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan untuk Cegah Stunting

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DR (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengatakan dalam 1.000 HPK kemampuan dasar manusia berkembang.

Jika terganggu prosesnya akan terjadi stunting, karena pada fase ini terjadi perkembangan pesat otak manusia yang menentukan banyak hal bagi kehidupan setiap individu.

Stunting dapat dicegah dengan pemenuhan nutrisi ibu hamil pada 1.000 hari pertama kehidupan anak.
Stunting dapat dicegah dengan pemenuhan nutrisi ibu hamil pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. (Shutterstock)

“Peningkatan upaya promotif dan preventif dalam rangka perbaikan gizi melalui optimalisasi pengasuhan seribu hari kehidupan dan penyiapan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja adalah dua hal penting selain dengan memastikan terpenuhinya kebutuhan fisik (gizi) dan mental ibu serta bayi selama masa kehamilan hingga anak menginjak usia dua tahun,” kata Dokter Hasto dalam keterangannya, Rabu (14/9/2022).

Berikut ini adalah lima strategi yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan:

1. Jangan Sampai Terlewat
Banyak yang berpendapat bahwa ukuran fisik, termasuk tubuh pendek, gemuk, dan beberapa penyakit tertentu, disebabkan oleh faktor genetik.

Lalu timbul anggapan bahwa tidak banyak yang dapat dilakukan untuk memperbaiki atau mengubah kondisi tersebut.
Namun, berbagai bukti ilmiah dari banyak penelitian yang dilakukan oleh lembaga riset gizi dan kesehatan terbaik di dunia, telah mengubah paradigma tersebut.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved